HALOSUMATERA.COM- Sepekan lebih banjir melanda wilayah Desa Sarang Burung, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.
Dampaknya, sejumlah warga di RT 04, Dusun Jambu, Desa Sarang Burung mulai diserang penyakit. Warga mengeluhkan bagian tubuh mereka mengalami gatal-gatal.
Korban banjir yang mengalami gatal-gatal ini merata, mulai dari kalangan anak anak, remaja hingga orang dewasa.
Menurut warga, penyakit gatal-gatal tersebut menyerang seluruh bagian tubuh yang terkena air banjir.
Warga sangat berharap perhatian dari pemerintah daerah, terutama pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi.
Seperti yang disampaikan Dahlia, warga Sarang Burung kepada halosumatera.com. Warga sangat menginginkan adanya tindakan medis berupa pengobatan gratis terhadap penyakit gatal-gatal akibat banjir ini.
Selain itu, dia menuturkan, obat-obatan dan multivitamin saat ini juga sangat dibutuhkan oleh warga yang terdampak banjir.
Banjir di sebagian wilayah Desa Sarang Burung memang terbilang parah. Debit air sempat meninggi hingga ketinggian satu meter lebih. Namun begitu belum ada warga yang mengungsi.
Saat ini banjir akibat luapan sungai Batanghari di Desa Sarang Burung sudah berangsur surut. Meski demikian, warga mengaku masih terus was-was apabila hujan deras kembali turun.(*)
SAROLANGUN - Kecelakaan kerja kembali terjadi, sebuah insiden longsor menimpa sejumlah warga di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sar
KUALA TUNGKAL – Polres Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Satuan Reserse Narkoba (Satresna
JAMBI - Mitsubishi Pajero Sport hitam doff dengan nomor polisi B 1989 PRS diduga plat bodong menerobos penjagaan Polda Jambi, Minggu dini hari (18/1/26). Pajero
KUALATUNGKAL - Warga di Jalan Nelayan RT 16 Kelurahan Tungkal IV Kota, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar, Jambi resah aksi pencuri onderdil pompong, R
KUALATUNGKAL - Dugaan kejanggalan terhadap Proyek Pintu Air Parit 10 Desa Tungkal I Kabupaten Tanjabbar senilai Rp 4 miliar akhirnya terjawab. Hasil Audit Tata