HALOSUMATERA.COM - Pemerintah Kabupaten Sarolangun siap menyisihkan 8 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pembelian vaksin Covid-19 bagi masyarakat Sarolangun sebagaimana intruksi Kementerian Keuangan Ri.
Hal itu disampaikan lansung oleh Bupati Sarolangun Drs H Cek Endra usai membuka kegiatan forum gabungan OPD di lingkup Pemkab Sarolangun Senin (01/03/21).
Dikatakan Cek Endra, Pemkab Sarolangun siap melakukan pemotongan APBD asalkan ada kepastian, kapan masyarakat Sarolangun akan mendapatkan Vaksin tersebut.
"Untuk vaksin sekarang itu sudah menjadi anjuran dari Departemen keuangan, kita ini diminta untuk mengurangi 8 persen dari APBD. Tapi saya minta kepastian, kalau ada pengurangan yang 8 persen dari APBD itu kita memang betul fokus untuk membeli vaksin untuk masyarakat Sarolangun, kita mau dikurang APBD kita tapi kita mau pasti juga kapan masyarakat kita mendapat vaksin," katanya.
Dengan adanya ajuran dari pihak Departemen keuangan tersebut, Bupati Ce berharap, pada tahun 2022 nanti masyarakat Sarolangun dapat menjalani vaksinasi Covid-19 secara gratis.
"Saya berharap 2022 masyarakat Sarolangun sudah menerima vaksin, tidak boleh lama-lama. Kita siap untuk mengurangi anggarannya demi membeli vaksin untuk masyarakat Sarolangun," tandasnya.(*/hen)
SAROLANGUN - Kecelakaan kerja kembali terjadi, sebuah insiden longsor menimpa sejumlah warga di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sar
KUALA TUNGKAL – Polres Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Satuan Reserse Narkoba (Satresna
JAMBI - Mitsubishi Pajero Sport hitam doff dengan nomor polisi B 1989 PRS diduga plat bodong menerobos penjagaan Polda Jambi, Minggu dini hari (18/1/26). Pajero
KUALATUNGKAL - Warga di Jalan Nelayan RT 16 Kelurahan Tungkal IV Kota, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar, Jambi resah aksi pencuri onderdil pompong, R
KUALATUNGKAL - Dugaan kejanggalan terhadap Proyek Pintu Air Parit 10 Desa Tungkal I Kabupaten Tanjabbar senilai Rp 4 miliar akhirnya terjawab. Hasil Audit Tata