DAMPAK DEFISIT APBD 2015

Bupati Pastikan, TKD dan Honor TKK Tidak Dipangkas


Selasa, 06 Oktober 2015 - 20:34:29 WIB - Dibaca: 3308 kali

Bupati Tanjabbar Usman Ermulan Didampingi Wabup Tanjabbar Katamso saat Diwawancarai Wartawan, Selasa Siang.(IT) / HALOSUMATERA.COM

KUALATUNGKAL – Bupati Tanjabbar Usman Ermulan membantah jika pemkab akan memotong Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) dan honor TKK demi menutupi defisit anggaran. Hal ini dikatakan Bupati saat ditemui sejumlah wartawan, Selasa siang.

"Tidak, kita tidak ada pangkas yang namanya TKD atau honorer para TKK,  kita hanya pangkas kegiatan yang lain saja. Seperti kegiatan-kegiatan dinas luar, Bintek. Untuk apa kita memberikan uang kepada orang, kita akan buat bintek-bintek itu sendiri. Mengapa harus membayar jutaan rupiah ke daerah lain, padahal kita mampu mengadakan bintek itu," ujar Usman didampingi Wabup Tanjabbar, Katamso.

Kata Usman, pemotongan TKD dan honor TKK hanya isu yang sama sekali tidak benar. "TKD dan tenaga honorer aman, mereka tidak akan diganggu-ganggu, " sebutnya.

Sebelumnya, beredar isu bahwa Pemkab Tanjab Barat akan memangkas anggaran Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) untuk tahun 2015 yang tinggal tersisa 3 bulan dengan besaran Rp 12 miliar demi menutupi defisit APBD.

Hal tersebut membuat PNS galau. Ternyata hal ini hanya isapan jempol belaka. Jadi sekarang para PNS dan tenaga honor sudah bisa bernafas lega dan tenang.

H Azwar, Kepala Dinas Kepandudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Tanjab Barat, mengaku sangat senang dan berterimakasih dengan keputusan Bupati, tidak jadi memangkas TKD dan gaji tenaga honor.

Soalnya, dari catatan yang ada di Dukcapil, pada umumnya para PNS itu banyak yang memenjarakan gajinya di Bank. Jadi TKD  ini merupakan uang yang diharapkan para PNS. “Apabila TKD ini dipangkas, kasihan juga para PNS itu," kata Azwar.

Salah seorang PNS yang meminta namanya tidak dituliskan, mengaku kecewa jika Pemkab memangkas TKD dan honor TKK.

"Kok PNS yang dikorbankan, padahal banyak proyek besar yang tidak menyentuh masyarakat, malah TKD yang dapat menyambung hidup kami malah itu yang tidak dibayarkan, " ujarnya.

Apabila benar, itu sama saja dengan menyengsarakan PNS. Pasalnya sebagian besar PNS sangat bergantung dari TKD, gaji yang diterima sudah tidak utuh lagi. "Banyak SK PNS itu di Bank, jadi gaji kami ni sudah tidak utuh lagi, jadi keluarga kami mau makan apa lagi, " katanya lirih.

"Alhamdulillah, Pemda tidak jadi memangkas TKD PNS", tandasnya. (*)

Penulis : Rita

Editor   : Andri Damanik




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Kapolda Jambi Dianugerahi Gelar Adat Adipati Utamo Siginjai Sakti

JAMBI - Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar menerima penganugerahan gelar adat Melayu Jambi, di Balairungsari LAM Jambi, Rabu 21 Januari 2026. Penyematan G

Berita Daerah

Polda Jambi Kerahkan 123 Personel Gabungan, Evakuasi Korban Tertimbun Longsor di Sarolangun

SAROLANGUN - Kecelakaan kerja kembali terjadi, sebuah insiden longsor menimpa sejumlah warga di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sar

Berita Daerah

SN Simpan Narkoba dalam Kotak Rokok, Kini Diamankan di Polres Tanjabbar

KUALA TUNGKAL – Polres Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Satuan Reserse Narkoba (Satresna

Hukum & Kriminal

Pelaku Tabrak Lari Nekat Terobos Penjagaan Polda Jambi, Akhirnya Diamankan Positif Narkoba

JAMBI - Mitsubishi Pajero Sport hitam doff dengan nomor polisi B 1989 PRS diduga plat bodong menerobos penjagaan Polda Jambi, Minggu dini hari (18/1/26). Pajero

Berita Daerah

Maling Beraksi Lewat Pedestrian Anak Sungai Kualatungkal, As Pompong Milik Nelayan Nyaris Hilang

KUALATUNGKAL - Warga di Jalan Nelayan RT 16 Kelurahan Tungkal IV Kota, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar, Jambi resah aksi pencuri onderdil pompong, R

Berita Daerah


Advertisement