TEBING TINGGI – DPRD Kabupaten Tanjabbar mendesak PT WKS untuk memberikan kontribusi bagi daerah, terutama dalam peningkatan infrastruktur di wilayah ulu.
Sebagaimana dituturkan, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tanjabbar, Heri Juanda, salah satu jalan yang perlu ditingkatkan adalah Jalan Kualadasal menuju Tebing Tinggi.
Politisi Hanura ini berharap, jalan tersebut dibeton. “PT WKS bisa berembuk dengan perusahaan lainnya yang beroperasi di Tebing Tinggi dan sekitarnya,” kata Heri Juanda.
Heri mengatakan, kontribusi perusahaan di daerah sekitar terutama dalam peningkatan infrastruktur merupakan tanggungjawab sosial bagi masyarakat.
“Karena selama ini, di jalan tersebut, masyarakat hanya menghirup debu akibat lalu lalang truk PT WKS yang membawa kayu akasia dan kayu alam,” timpalnya lagi.
“Buat masyarakat Tanjabbar nyaman menerima kehadiran PT WKS di Kabupaten Tanjabbar, karena selama ini perhatian dari PT WKS cukup kurang,” Heri menambahkan.
Sementara itu, perwakilan Direksi PT WKS yang hadir saat hearing dengan DPRD, Setiady, mengatakan, mengenai kontribusi PT WKS ke masyarakat Kabupaten Tanjabbar akan disampaikan secara khusus.
“Kita akan jadwalkan, terkait penyampaian khusus apa-apa saja yang sudah kami berikan (kontribusi) bagi daerah,” katanya dalam forum tersebut.(*)
Editor : Andri Damanik
SAROLANGUN - Kecelakaan kerja kembali terjadi, sebuah insiden longsor menimpa sejumlah warga di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sar
KUALA TUNGKAL – Polres Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Satuan Reserse Narkoba (Satresna
JAMBI - Mitsubishi Pajero Sport hitam doff dengan nomor polisi B 1989 PRS diduga plat bodong menerobos penjagaan Polda Jambi, Minggu dini hari (18/1/26). Pajero
KUALATUNGKAL - Warga di Jalan Nelayan RT 16 Kelurahan Tungkal IV Kota, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar, Jambi resah aksi pencuri onderdil pompong, R
KUALATUNGKAL - Dugaan kejanggalan terhadap Proyek Pintu Air Parit 10 Desa Tungkal I Kabupaten Tanjabbar senilai Rp 4 miliar akhirnya terjawab. Hasil Audit Tata