KUALATUNGKAL – Kelulusan siswa SLTA sederajad sebagaimana yang disampaikan Dinas Pendidikan Tanjabbar masih kontroversi. Lulus 100 persen, namun ada mata pelajaran yang tidak tuntas. Siswa terpaksa mengikuti ujian ulang di Kota Jambi, agar bisa masuk perguruan tinggi ataupun mengikuti tes di berbagai jurusan (Polri/TNI maupun instansi pemerintah lainnya).
Pengamat Pendidikan Kabupaten Tanjabbar Erham S Ag menyebut, sedikitnya 85 persen siswa SLTA yang baru lulus UN tapi tidak tuntas. Dalam artian, nilai mata pelajaran yang di UN-kan, tidak mencapai 5,5.
“Satu saja yang tidak sampai 5,5, maka tidak tuntas. Tapi ya sekolah tetap menerbitkan kelulusan bagi siswanya,” kata Erham.
Menurut Erham, hal ini harus disosialisasikan kepada orang tua siswa, agar siswa yang ingin melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi, segera mengikuti ujian ulangan. Sebab, perguruan tinggi tidak akan meluluskan mahasiswanya yang nilai UN tidak tuntas.
“Jadi, peran Dinas Pendidikan sangat penting, menyampaikan hal ini. Jangan lulus 100 persen, tapi tidak tamat, istilahnya. Ini harus segera diluruskan dan disampaikan,” ujar Erham.
Rendahnya prestasi siswa pada kelulusan 2016, bukan semata-mata kesalahan guru. Minat belajar siswa saat ini, jauh menurun. Dan ada kebiasaan mendapatkan kunci jawaban UN setiap tahunnya dari oknum-oknum tertentu.
“Budaya ini yang membuat minat belajar siswa menurun,” jelas Erham.
Terkait siswa yang tidak tuntas UN harus ikut ujian susulan di Kota Jambi, Erham menilai perlu pengkajian lebih dalam. Sebab, ada biaya yang harus dikeluarkan siswa-siswa di Tanjabbar.
“Sebaiknya ujian susulannya di Kualatungkal, karena tidak memberatkan siswa kita. Disdik harus mengambil kebijakan,” tandasnya.
Belum lama ini, Kabid Dikmen Dinas Pendidikan Tanjabbar Amrial kepada wartawan menyebut, siswa SLTA sederajad di Tanjabbar lulus 100 persen, dengan nilai tertinggi, rata-rata 6,8.(*)
Editor : Andri Damanik
TANJAB BARAT - Robohnya jembatan Sungai Limau RT 05, Dusun Karya Baru, Desa Sungai Landak Kecamatan Senyerang Kabupaten Tanjabbar, Rabu (20/5/26) menimbulkan op
TANJABBAR - Ketua Komisi III DPRD Tanjabbar Albert Chaniago menyampaikan belasungkawa atas kejadian tertimpanya dua pekerja perbaikan jembatan yang sempat hanyu
TANJABBAR - Dua pekerja hanyut dan tenggelam setelah tertimpa material jembatan di Sungai Limau RT 05, Dusun Karya Baru, Desa Sungai Landak Kecamatan Senyerang
BATANG ANGKOLA – Ketua Parsadaan Rim Nitahi Haruaya Mardomu Bulung (HMB), Ahmad Kaslan Dalimunthe, Gelar Mangaraja Siombaon Parlindungan mendesak Aparat Pene
TANJAB BARAT – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) Tahun 2026 dengan penuh semangat kebersamaan antara p