KUALATUNGKAL – Program Gerakan Serentak Tanam Padi Dua Kali Setahun (Gertak Paduka) di Kecamatan Senyerang terancam gagal. Pasalnya, sawah yang dikelola petani dilanda musim kemarau.
Seperti yang dialami Kelompok Tani Lohjinawi Kecamatan Senyerang. Mereka harus menunda penanaman.
Setidaknya ada 34 hektare sawah yang dikelola 65 petani. Kini harus menunggu hujan, padahal jadwal penanaman di bulan Juli lalu.
Ketua Kelompok Tani Lohjinawi, Suyoto mengatakan, sawah di Senyerang kekeringan dilanda musim kemarau. Mereka hanya bisa pasrah menghadapi musim ini.
“Program Gertak Paduka untuk tahap dua seharusnya dilakukan pada bulan Juli 2015, tapi karena kemarau, terpaksa ditunda,” kata Suyoto.
Kata dia, pada Juli yang lalu sempat dipaksakan menanam padi, namun kenyataanya gagal. Ada sekitar 10 hektar yang gagal ditanami padi. Per hektare, biaya yang dikeluarkan mencapai Rp 5 juta.
“Ada ataupun tidak ada bantuan dari kabupaten, sebenarnya tetap kami laksanakan,” tambah Suyoto.(*)
Penulis : Haidir
Editor : Andri Damanik
JAMBI - Menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Keluarga Besar Komunitas Batu Cincin Jambi (KBC-J) akan menggelar kont
JAMBI – Menyambut HUT RI ke 80, Polda Jambi melalui Ditintelkam Polda Jambi membagi-bagikan bendera merah putih kepada pedagang di Pasar Pakubuwono dan Pasar
TANJABBAR – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia dan Hari Jadi ke-60 Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Pemerintah Kabupaten Tanju
TANJABBAR – Masih dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia dan Hari Jadi ke-60 Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Bupati Drs. H. Anwar
TANJABBAR - Usai memimpin apel pelepasan, Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag, langsung bergabung dalam kegiatan gotong royong serentak yang