KUALATUNGKAL - Naiknya harga bawang merah hingga Rp 40 ribu per kilogram mendapat tanggapan dari Kepala Disperindag Proda Tanjabbar, Drs Kosasih. Menurutnya, kenaikan harga bawang merah disebabkan banjir di daerah penghasil, yakni Brebes.
Pantas saja, naiknya permukaan air yang merendam daratan di sejumlah wilayah Brebes, berdampak pada sulitnya penjualan hasil panen bawang ke luar daerah.
"Karena pendistribusian tersendat, berujung pada stok yang menipis dan berakhir pada naiknya harga jual," terang Kosasih.
Kosasih mengatakan, untuk sementara waktu, pihaknya terpaksa memasok bawang merah dari Solok, Sumatera Barat. Untuk di daerah asalnya di Solok, Sumatera Barat, harga jual bawang merah sudah mencapai diatas 20 ribu per kg.
"Wajar-wajar saja kalau bandrol bawang merah sampai 40 ribo per kg,"sebutnya
Menurut Kosasih, masyarakat tidak perlu khawatir tidak bisa mendapatkan bawang merah. Karena, menurut salah satu agen bawang di Kualatungkal, salah satu komoditi rempah-rempah ini selalu tersedia. Hanya saja mereka tidak berani mengambil resiko menyimpan stok bawang dalam partai besar.
"Bawang gampang busuk dan juga terjadi penyusutan. Makanya kita tidak berani menyimpan banyak,"paparnya. (*)
Penulis: Son
Editor : Andri Damanik
BATANG ANGKOLA – Ketua Parsadaan Rim Nitahi Haruaya Mardomu Bulung (HMB), Ahmad Kaslan Dalimunthe, Gelar Mangaraja Siombaon Parlindungan mendesak Aparat Pene
TANJAB BARAT – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) Tahun 2026 dengan penuh semangat kebersamaan antara p
TANJABBAR – Komitmen menghadirkan hunian layak bagi masyarakat terus diwujudkan. Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., turun langsung menin
TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., meninjau langsung lokasi kebakaran di Kelurahan Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan, Juma
TANJAB BARAT – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat menggelar malam perpisahan untuk Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanjab Barat, Anton Rahmanto, S.H.,