Ini Sasaran yang Dipetakan Saber Pungli, Diantaranya Pengadaan Barang dan Jasa


Kamis, 26 Oktober 2017 - 00:21:50 WIB - Dibaca: 2978 kali

Sosialisasi Saber Pungli di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanjabbar, Rabu (26/10).(IT) / HALOSUMATERA.COM

KUALATUNGKAL- Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Jambi telah memetakan beberapa instansi yang rawan terjadinya pungli.

Hal ini ditegaskan langsung oleh Ketua Tim Saber Pungli Tanjabbar, Kompol Hendri Agus Batubara kepada wartawan saat menggelar kegiatan sosialisasi saber pungli di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanjabbar, yang dihadiri seluruh UPTD dan Kepala Sekolah SD hingga SMP se-Tanjabbar, Rabu (25/10/2017).

Kompol Hendri Batubara menjelaskan, adapun instansi di Tanjabbar yang dipetakan rawan pungli itu diantaranya, Dunia Pendidikan, pelayanan publik, aktivitas ekspor - Impor, penegakan hukum, perizinan, kepegawaian, serta pengadaan barang dan jasa.

"Sasaran saber pungli ini sebetulnya tempat-tempat pelayanan umum. Jadi pada dasarnya pelayanan ditempat umum,"kata Kompol Hendri Batubara yang juga menjabat sebagai Waka Polres Tanjabbar ini.

 

Waka Polres mengungkapkan, pihaknya saat ini lebih mengedepankan pada proses pencegahan. Namun, Tim Saber Pungli Tanjabbar juga tidak segan-segan melakukan tindakan tegas dan penyelidikan jika menemukan indikasi pungli.

"Sanksi bervariasi, kita memakai berbagai undang-undang termasuk KUHP,"terangnya.

Kompol Hendri tak memungkiri dengan banyaknya aktivitas kehidupan birokrasi di Tanjabbar, peluang untuk terjadinya pungli sangatlah besar.

Namun dikatakan Kompol Hendri, hal tersebut dapat diminimalisir apabila masing-masing yang bertugas dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan juga tentunya sesuai dengan aturan yang ada.

Ketua Tim Saber Pungli Tanjabbar kembali mengingatkan kepada seluruh masyarakat jika menjadi korban pungli agar kiranya dapat melaporkan melalui hotline, atau bisa datang langsung ke kepolisian.

"Tanjab Barat untuk sementara kita fokuskan melakukan sosialisasi dan pencegahan-pencegahan,"tutupnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanjab Barat Martunis M Yusuf S. Pd, M Pd, yang turut menghadiri acara menyebutkan pihaknya menyambut baik dengan diadakannya sosialisasi Tim Saber Pungli ini.

"Jelas kita menyambut baik sosialisasi yang dilakukan tim saber pungli. Hal ini juga terlihat dengan antusiasnya peserta dalam mengikuti jalannya acara,"ulasnya.

Menurut Martunis, proses pembelajaran dalam mengenali pungli itu sendiri sangat penting.

" Pembelajaran akan pungli itu sendiri sangat penting untuk diketahui. Agar saat menjalankan tugas dalam memberikan pelayanan tidak ada menyangkut sedikit pun perbuatan yang ada kaitannya dengan pungutan liar itu sendiri,” sebutnya.(*/Cr-02)

Editor : Andri Damanik

 




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Polda Jambi Kerahkan 123 Personel Gabungan, Evakuasi Korban Tertimbun Longsor di Sarolangun

SAROLANGUN - Kecelakaan kerja kembali terjadi, sebuah insiden longsor menimpa sejumlah warga di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sar

Berita Daerah

SN Simpan Narkoba dalam Kotak Rokok, Kini Diamankan di Polres Tanjabbar

KUALA TUNGKAL – Polres Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Satuan Reserse Narkoba (Satresna

Hukum & Kriminal

Pelaku Tabrak Lari Nekat Terobos Penjagaan Polda Jambi, Akhirnya Diamankan Positif Narkoba

JAMBI - Mitsubishi Pajero Sport hitam doff dengan nomor polisi B 1989 PRS diduga plat bodong menerobos penjagaan Polda Jambi, Minggu dini hari (18/1/26). Pajero

Berita Daerah

Maling Beraksi Lewat Pedestrian Anak Sungai Kualatungkal, As Pompong Milik Nelayan Nyaris Hilang

KUALATUNGKAL - Warga di Jalan Nelayan RT 16 Kelurahan Tungkal IV Kota, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar, Jambi resah aksi pencuri onderdil pompong, R

Berita Daerah

Temuan Rp 781 Juta, Rekanan Proyek Pintu Air Baru Kembalikan Rp 300 Juta

KUALATUNGKAL - Dugaan kejanggalan terhadap Proyek Pintu Air Parit 10 Desa Tungkal I Kabupaten Tanjabbar senilai Rp 4 miliar akhirnya terjawab. Hasil Audit Tata

Berita Daerah


Advertisement