TANJABBAR (halosumatera.com) - Jalan Penghubung antar Kecamatan Pengabuan dan Senyerang ini rusak parah. Kendaraan roda empat yang mengangkut hasil pertanian warga, yang melintas di jalan ini sering terpuruk.
Pantauan halosumatera.com, Kamis (22/10), jalan yang rusak ini berada di Parit VII, Desa Sungai Landak, Kecamatan Senyerang.
Jalan ini pula menjadi poros utama di beberapa desa untuk mengangkut hasil tani. Seperti petani di desa Sungai Landak, Kelurahan Senyerang, Kayu Aro, Desa Kepayang, Teluk Ketapang, Sungsang dan sampai ke Desa Lumahan mengangkut hasil tani keluar kabupaten melawati poros jalan ini
Raffi salah satu warga setempat kepada halosumatera.com, menuturkan, sudah beberapa Minggu terakhir, kondisi jalan semakin parah. Kata dia, kendaraan roda empat sering terpuruk di jalan ini.
Disamping itu, lanjut Raffi, truk pengangkut material pembangunan jalan juga sering terkendala, sangkut ke lubang.
"Dengan keadaan jalan seperti ini berpengaruh terhadap suplai material pembangunan jalan setapak yang dikelola oleh Kelurahan Senyerang dan beberapa Desa lainya," ujarnya.
Lurah Senyerang, Khambali kepada halosumatera.com mengatakan, dengan kondisi jalan seperti ini semua kegiatan menjadi terhambat bukan hanya berdampak pada perekonomian masyarakat saja.
Lurah juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar berhati-hati sewaktu melintas di jalan tersebut.(*/haidir)
TANJAB BARAT - Bupati Tanjab Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., meninjau pekerjaan peningkatan jalan jalur dua Merlung, Jumat 12 Juni 2026. Sebelumya, jalur ini
TANJAB BARAT - Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., didampingi Wakil Bupati Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., menghadiri Rapat Paripurna Perta
TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hj. Fadhilah Sadat,
Jambi – Pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Jambi menyampaikan adanya pihak yang mengaku sebagai pengurus/anggota JMSI dan diduga melakuka
JAMBI– Kelapa sawit selama ini identik dengan minyak goreng. Namun, di tangan seorang inovator asal Kabupaten Muaro Bungo, komoditas andalan Indonesia itu men