Jelang Ramadhan, Gas Elpiji Ukuran 3 Kg Langka


Kamis, 02 Juni 2016 - 07:04:29 WIB - Dibaca: 1877 kali

Gas Elpiji Ukuran Tiga Kilogram Langka Di Kualatungkal.(net/IT) / HALOSUMATERA.COM

KUALATUNGKAL – Menjelang bulan suci ramadhan, persediaan gas elpiji ukuran 3 kilogram mulai langka. Pelanggan maupun pengecer juga terpaksa antre saat membeli gas di sejumlah agen. Tak hanya itu, pembelian juga dibatasi, maksimal lima tabung (ukuran 3 Kg).

Hal ini diakui H Her salah seorang pengecer yang berada di dalam Kota Kualatungkal saat dikonfirmasi infotanjab.com, Rabu (1/6).

Kata dia, LPG yang dijual di agen langganannya, kehabisan stok. Mau tidak mau, dia membeli di agen lain, itupun harus antre.

"Biasa dalam satu minggu di agen saya bisa masuk 2 hingga 3 kali, tetapi sekarang selalu kosong setiap kali saya tanyakan. Padahal saya lihat kalau malam hari mobil yang membawa tabung gas selalu masuk," kata dia tanpa menyebut nama agen LPG langganannya itu.

H Her merasa aneh, malam hari mobil gas masuk di agen, tapi pagi harinya ketika pengecer mau beli gas, persediaan LPG 3 Kg kosong.

"Kita tidak ingin peruntukkan tabung gas yang berada di wilayah kita, disalah gunakan oleh pihak agen yang nakal. Apalagi dengan menjualnya ke luar daerah dengan dalih untuk mendapatkan  untung yang lebih banyak,"sambunganya.

Hal senada juga disampaikan oleh H.TN. Dirinya mengaku saat ini kesulitan untuk mendapatkan stok gas lantaran persediaan gas di  agen tempatnya membeli gas juga selalu kosong.

"Kita terpaksa cari agen lain, harus antre lagi dan tidak bisa beli banyak. Sementara tetangga kita yang merupakan pelanggan banyak yang tidak kebagian. Tak sedikit dari pelanggan kita yang juga mengeluhkan kondisi ini,"paparnya.

Dirinya hanya berharap agar pihak terkait bisa melakukan pengawasan atas kelangkaan gas 3 kilogram ini. Jangan sampai ada oknum agen yang nakal, dengan sengaja memperjualbelikan gas ke luar daerah.

Sementara itu, dari sumber yang berhasil didapat, kelangkaan stok gas elpiji ukuran 3 kilo gram ini, disinyalir dijual ke luar Kabupaten Tanjab Barat. Dengan kata lain adanya dugaan oknum agen yang nakal dan dengan sengaja menjual gas ini ke provinsi tetangga.

"Biasa tujuannya kalau tidak ke Tembilahan atau ke arah Guntung. Bahkan kami sempat memergoki upaya pengiriman gas ini melalui jalur laut, pada saat kami mau mancing,"ujar Adi salah seorang warga Tungkal.

Lebih lanjut dirinya menuturkan biasanya hal ini dilakukan saat dini hari. Tak jarang tabung gas tersebut telah dikemas dalam paket.

"Biasa kalau tidak pakai kardus, pakai kotak kayu. Biasanya pengiriman dilakukan tengah malam menggunakan pompong atau speed boat,"pungkasnya.(*)

Penulis : Herjulian

Editor   : Andri Damanik




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Polda Jambi Kerahkan 123 Personel Gabungan, Evakuasi Korban Tertimbun Longsor di Sarolangun

SAROLANGUN - Kecelakaan kerja kembali terjadi, sebuah insiden longsor menimpa sejumlah warga di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sar

Berita Daerah

SN Simpan Narkoba dalam Kotak Rokok, Kini Diamankan di Polres Tanjabbar

KUALA TUNGKAL – Polres Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Satuan Reserse Narkoba (Satresna

Hukum & Kriminal

Pelaku Tabrak Lari Nekat Terobos Penjagaan Polda Jambi, Akhirnya Diamankan Positif Narkoba

JAMBI - Mitsubishi Pajero Sport hitam doff dengan nomor polisi B 1989 PRS diduga plat bodong menerobos penjagaan Polda Jambi, Minggu dini hari (18/1/26). Pajero

Berita Daerah

Maling Beraksi Lewat Pedestrian Anak Sungai Kualatungkal, As Pompong Milik Nelayan Nyaris Hilang

KUALATUNGKAL - Warga di Jalan Nelayan RT 16 Kelurahan Tungkal IV Kota, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar, Jambi resah aksi pencuri onderdil pompong, R

Berita Daerah

Temuan Rp 781 Juta, Rekanan Proyek Pintu Air Baru Kembalikan Rp 300 Juta

KUALATUNGKAL - Dugaan kejanggalan terhadap Proyek Pintu Air Parit 10 Desa Tungkal I Kabupaten Tanjabbar senilai Rp 4 miliar akhirnya terjawab. Hasil Audit Tata

Berita Daerah


Advertisement