Jembatan di Seberang Kota Ini Melengkung ke Bawah, Diduga Ada Penurunan Pondasi


Kamis, 05 November 2020 - WIB - Dibaca: 1217 kali

Jembatan di Parit 20 Seberang Kota, Kabupaten Tanjabbar, Provinsi Jambi, Baru Dua Bulan Dibangun sudah Melengkung ke Bawah.(*/dok) / HALOSUMATERA.COM

TANJABBAR (HS) - Jembatan yang berada di Kecamatan Seberang Kota, Parit 20, Desa Tungkal V mengalami penurunan. Terlihat lengkungan badan jembatan, meski baru dibangun tahun ini.

Sebagaimana diketahui, jembatan ini terpantau di Parit 20, Desa Tungkal V, Seberang Kota, dianggarkan melalui alokasi anggaran Dinas PUPR Tanjabbar tahun 2020.

Muhamad salah satu warga Parit 20, Desa Tungkal V, Kecamatan Seberang Kota mengatakan jembatan tersebut mengalami penurunan, sehingga tampak alur jembatan melengkung ke bawah.

"Dibagian sana, bagian tengah ini melengkung ke bawah,"katanya, Kamis beberapa waktu lalu.

Dia juga menyayangkan bangunan yang baru selesai beberapa bulan tersebut sudah mengalami hal seperti itu, meskipun masih ada masa pemeliharaan dari pekerjaan ini.

Kata dia, jika terjadi hujan, genangan air akan muncul di Jembatan Parit 20 itu. "Baru selesai, harusnya gak melengkung,"ungkapnya

Dia juga mengaku banyak terimakasih atas bangunan jembatan itu, walaupun melengkung bisa dilalui warga untuk akses warga di desanya. "Alhamdulillah, jembatannya semoga ini bisa bermanfaat untuk kita semua, "tandasnya

Sebelumnya, pembangunan belasan jembatan di Seberang Kota mendukung dukungan dari kalangan dewan. Dengan adanya jembatan ini, diharapkan Seberang Kota tidak lagi terisolir.

Ungkapan ini disampaikan Anggota DPRD Tanjabbar Suprayogi Saiful belum lama ini. Politisi Partai Golkar ini mengatakan, selama ini wilayah Seberang Kota termasuk daerah yang terisolasi atau terpinggirkan. Justru itu, pembangunan jembatan di wilayah ini harus didukung.

Namun begitu, mantan Ketua KNPI Tanjabbar ini meyakini, para rekanan yang mengerjakan belasan jembatan di Seberang Kota bisa menjaga mutu dan kualitas pekerjaan.

Terkait kualitas pekerjaan, Politisi Partai Golkar ini meminta Dinas PUPR untuk melakukan pengawasan ketat di lapangan. Diakui dia, selama ini rata-rata kualitas proyek di Tanjabbar kurang baik, sehingga perlu pengawasan maksimal.

“Inikan uang rakyat, ya diawasi dengan baik. Sayang kalau anggaran ini tidak dimaksimalkan kualitas dalam hal spesifikasi pekerjaan di lapangan,” tambah dia.

Untuk diketahui, anggaran jembatan yang dianggarkan tahun ini bersumber dari APBD 2020 kurang lebih mencapai Rp 64 Miliar.(*/Ek/nik)




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Polda Jambi Kerahkan 123 Personel Gabungan, Evakuasi Korban Tertimbun Longsor di Sarolangun

SAROLANGUN - Kecelakaan kerja kembali terjadi, sebuah insiden longsor menimpa sejumlah warga di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sar

Berita Daerah

SN Simpan Narkoba dalam Kotak Rokok, Kini Diamankan di Polres Tanjabbar

KUALA TUNGKAL – Polres Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Satuan Reserse Narkoba (Satresna

Hukum & Kriminal

Pelaku Tabrak Lari Nekat Terobos Penjagaan Polda Jambi, Akhirnya Diamankan Positif Narkoba

JAMBI - Mitsubishi Pajero Sport hitam doff dengan nomor polisi B 1989 PRS diduga plat bodong menerobos penjagaan Polda Jambi, Minggu dini hari (18/1/26). Pajero

Berita Daerah

Maling Beraksi Lewat Pedestrian Anak Sungai Kualatungkal, As Pompong Milik Nelayan Nyaris Hilang

KUALATUNGKAL - Warga di Jalan Nelayan RT 16 Kelurahan Tungkal IV Kota, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar, Jambi resah aksi pencuri onderdil pompong, R

Berita Daerah

Temuan Rp 781 Juta, Rekanan Proyek Pintu Air Baru Kembalikan Rp 300 Juta

KUALATUNGKAL - Dugaan kejanggalan terhadap Proyek Pintu Air Parit 10 Desa Tungkal I Kabupaten Tanjabbar senilai Rp 4 miliar akhirnya terjawab. Hasil Audit Tata

Berita Daerah


Advertisement