TANJABBAR(halosumatera.com) - Hari ini, aksi demo dari Mahasiswa Tanjabbar menolak UU Cipta Kerja kembali dilakukan. Mereka mengatas namakan Organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tanjabbar, mendatangi Kantor DPRD.
Korlap aksi unjuk rasa, Wawan mengatakan, PMII Pengurus Cabang ( PC ) Tanjungjabung Barat menerima intruksi dari Pengurus Besar (PB) PMII untuk menolak UU Cipta Kerja.
Wawan menilai, DPR dalam pengesahan Omnibus Law, tidak memihak kepada rakyat.
Terpisah, Ketua Umum PMII PC Tanjabbar Renaldo menyampaikan, dengan mengikuti intruksi PB PMII, bahwa seluruh PC dan PKC se Indonesia diwajibkan untuk turun aksi menolak Omnibus Law.
Mahasiswa juga meminta DPRD mendukung dan menampung aspirasi dari mahasiswa, dan meminta penandatanganan fakta integritas.
"Hasil dari penandatanganan Fakta Integritas yang isinya menolak Omnibus Law, akan kita sampaikan kepada PKC Provinsi Jambi dan PB untuk dijadikan bahan yudisial review," ujar Renaldo.
Mahasiswa juga mengapresiasi pihak keamanan seperti Polri, TNI dan Pol PP yang telah menyambut, melayani, dan telah mengamankan jalannya aksi demonstrasi ini.
Anggota DPRD Tanjabbar Jamal Darmawan di hadapan mahasiswa mengatakan, atas nama DPRD berterima kasih kepada mahasiswa yang masih mau memperjuangkan nasib rakyat Indonesia.
"Dan patut kami banggakan pimpinan kami juga setuju untuk menolak rancangan UU Omnibus Law ini dan siap untuk menandatangani Fakta integritas tersebut, tegas Jamal.
Terpisah, Kapolres Tanjabbar AKBP Guntur Saputo SIK mengucapkan terimakasih kepada mahasiswa, lantaran aksi UNRAS berlangsung damai tanpa ada anarkis.
"Pergerakan Teman - teman mahasiswa pagi ini berlangsung sangat damai, kondusif dan tertib. Ini menandakan bahwa mahasiswa kita menyampaikan aspirasi dengan latar belakang akademisi. Ini sangat bisa menjadi teladan dan panutan di tempat lain," ungkap Guntur.
Dia berharap, Unras PMII di Tanjabbar menjadi contoh dan tauladan bagi mahasiswa lainnya, bagaimana menyampaikan pendapat di muka umum dengan tertib.
Apalagi, lanjut Kapolres, semua aspirasi yang disampaikan melalui jalur yang tepat, dan sesuai aturan yang tepat.
"Mudah - mudahan kedepan para mahasiswa membantu DPRD kita untuk meneliti lebih dalam pasal - pasal mana yang memang yang merugikan rakyat, mari kita bersama - sama kita perbaiki dan sampaikan mudah - mudahan demi keselamatan dan kesehatan rakyat,tutup Guntur," tutur Guntur.
Seusai penandatanganan surat tuntutan dari mahasiswa oleh Wakil Ketua DPRD Tanjabbar H.Muhammad Syafril Simamora SH, mahasiswa mengajak seluruh elemen yang hadir untuk bersholawat dan baca doa bersama.
Tidak hanya bersholawat dan baca doa, kemudian mereka berdialog sambil ngopi bareng dengan para anggota DPRD Tanjabbar, Kapolres dan Dandim serta para jajarannya.(*)
Penulis: Firman
Editor: Andri Damanik
SAROLANGUN - Kecelakaan kerja kembali terjadi, sebuah insiden longsor menimpa sejumlah warga di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sar
KUALA TUNGKAL – Polres Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Satuan Reserse Narkoba (Satresna
JAMBI - Mitsubishi Pajero Sport hitam doff dengan nomor polisi B 1989 PRS diduga plat bodong menerobos penjagaan Polda Jambi, Minggu dini hari (18/1/26). Pajero
KUALATUNGKAL - Warga di Jalan Nelayan RT 16 Kelurahan Tungkal IV Kota, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar, Jambi resah aksi pencuri onderdil pompong, R
KUALATUNGKAL - Dugaan kejanggalan terhadap Proyek Pintu Air Parit 10 Desa Tungkal I Kabupaten Tanjabbar senilai Rp 4 miliar akhirnya terjawab. Hasil Audit Tata