Kondisi Bangunan Madrasah di Kualabetara Ini Memprihatinkan


Selasa, 15 Februari 2022 - 23:23:38 WIB - Dibaca: 1426 kali

Madrasah Diniyah Awaliyah Hidayatul Islamiyah yang berada di Parit VIII, RT 02, Desa Dataran Pinang, Kecamatan Kualabetara, Tanjabbar memprihatinkan.(*/HS) / HALOSUMATERA.COM

TANJABBAR (HS) – Sarana pendidikan menjadi faktor peningkatan Sumber Daya Manusia. Sayangnya, masih ada sekolah di desa terpencil, tepatnya di Parit VIII, RT 02, Desa Dataran Pinang, Kecamatan Kualabetara, Tanjabbar dengan kondisi bangunan memprihatinkan.

Pantuan di lapangan, Selasa 15 Februari 2021, sekolah dengan bangunan kayu itu, dindingnya sebagian jebol. Di dalam ruangan, sebagian besar tidak berplafon (dek,red).

Ternyata, Madrasah Diniyah Awaliyah Hidayatul Islamiyah ini, sejak dibangun lebih sepuluh tahun lalu, belum tersentuh perbaikan.

Salah satu guru honorer Madrasah Diniyah, Muslim,  yang ditemui awak media di lokasi, mengatakan, kondisi bangunan kelas bisa dibilang tidak layak untuk ditempati.

"Anak-anak juga kasian pada saat proses belajar mengajar ada yang tertimpa bangunan yang diatas, seperti kayu plafon dek yang sudah tidak layak," Kata Muslim ditemui usai mengajar.

Muslim mengaku prihatin, apalagi sekolah tersebut tempat anak-anak belajar agama. “ Madrasah ini terkait masalah pendidikan agama, mungkin kalau tidak ada kaitan masalah pendidikan agama tidak begitu sedih nian lah,” ucap Muslim.

Terpisah, tokoh masyarakat di RT 03, Desa Dataran Pinang, Kecamatan Kuala Betara, Kabupaten Tanjabbar, M Ridwan juga tak menampik kondisi bangunan sekolah yang memprihatinkan.

Kendati demikian, semangat murid-murid untuk belajar di madrasah tersebut tak pernah kendur.

"Kondisinya sangatlah tidak layak lagi jika diperhatikan dari segi bangunannya, mulai dari dinding berlubang, lantainya banyak yang berlobang, serta meja belajar pun sudah banyak yang rusak berat," ujarnya.

Ridwan khawatir, kondisi bangunan yang lapuk membahayakan tenaga pengajar dan murid-murid saat belajar. “ Terkadang ada yang terjatuh, ada juga yang tertimpa oleh bangunan seperti plafon dek atas lepas,” sambungnya.

Dikatakan Ridwan, sejauh ini belum sama sekali ada bantuan dari pihak terkait, khususnya dari Kementerian Agama Kabupaten Tanjabbar, terkait perehaban bangunan madrasah tersebut.

“Kami sudah pernah mengajukan bantuan ke pihak Desa Dataran Pinang, tapi terkendala tentang petunjuk tekhni nya itu tidak ada dalam Anggaran Dana Desa. Masalahnya madrasah tersebut dalam naungan Kementerian Agama Tanjabbar," tukasnya.

Ridwan berharap, pemerintah setempat khususnya Kementerian Agama Kabupaten Tanjabbar dapat mengucurkan anggaran untuk perbaikan Madrasah Diniyah tersebut. “ Karena kondisinya sangatlah memprihatinkan sekali sekarang ini,” pungkasnya.(*/put/nik)




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Polda Jambi Kerahkan 123 Personel Gabungan, Evakuasi Korban Tertimbun Longsor di Sarolangun

SAROLANGUN - Kecelakaan kerja kembali terjadi, sebuah insiden longsor menimpa sejumlah warga di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sar

Berita Daerah

SN Simpan Narkoba dalam Kotak Rokok, Kini Diamankan di Polres Tanjabbar

KUALA TUNGKAL – Polres Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Satuan Reserse Narkoba (Satresna

Hukum & Kriminal

Pelaku Tabrak Lari Nekat Terobos Penjagaan Polda Jambi, Akhirnya Diamankan Positif Narkoba

JAMBI - Mitsubishi Pajero Sport hitam doff dengan nomor polisi B 1989 PRS diduga plat bodong menerobos penjagaan Polda Jambi, Minggu dini hari (18/1/26). Pajero

Berita Daerah

Maling Beraksi Lewat Pedestrian Anak Sungai Kualatungkal, As Pompong Milik Nelayan Nyaris Hilang

KUALATUNGKAL - Warga di Jalan Nelayan RT 16 Kelurahan Tungkal IV Kota, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar, Jambi resah aksi pencuri onderdil pompong, R

Berita Daerah

Temuan Rp 781 Juta, Rekanan Proyek Pintu Air Baru Kembalikan Rp 300 Juta

KUALATUNGKAL - Dugaan kejanggalan terhadap Proyek Pintu Air Parit 10 Desa Tungkal I Kabupaten Tanjabbar senilai Rp 4 miliar akhirnya terjawab. Hasil Audit Tata

Berita Daerah


Advertisement