Konversi Minyak ke Gas di Kalangan Nelayan Terancam Gagal


Selasa, 01 September 2015 - 23:19:22 WIB - Dibaca: 1880 kali

ilustrasi/net / HALOSUMATERA.COM

KUALATUNGKAL - Konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke gas untuk nelayan di Kabupaten Tanjungjabung Barat terancam gagal. Pasalnya, tidak ada program lanjutan bantuan konverter kit kepada nelayan.

Beberapa waktu lalu, Kementerian ESDM memberikan bantuan 300 alat konverter kit kepada nelayan di Tanjab Barat. Penyerahan itu langsung diresmikan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Susilo Siwoutomo dua tahun silam.

Dikonfirmasi wartawan, Kepala Dinas ESDM Tanjab Barat Yon Heri menampik, bahwa konversi minyak ke gas untuk nelayan gagal. Namun dia mengakui, belum ada aba-aba kelanjutan dari program tersebut.

“Kita tahu, bahwa banyak nelayan yang mengeluhkan soal penggunaan konventer kit saat peluncuran perdana itu. Namun itu kan baru pilot projek sekarang sedang dilakukan perbaikan,” ujarnya via telepon.

Disebutkan Yon, selain masih menunggu kelanjutan dari Kementerian ESDM, pihaknya juga masih menunggu hasil revisi kontrak kerja antara Petrochina dengan pihak ketiga. Yang mana saat peluncuran perdana itu, Petrochina bersedia memberikan bantuan ratusan konventer kit untuk nelayan Tanjab Barat.

“kita juga menunggu hasil revisi kontrak kerja petrochina dengan pihak ketiga itu. Kan mereka juga mau bantu,’’ jelas pria berdarah Kerinci ini.

Hal senada juga disampaikan Bupati Tanjab Barat, Usman Ermulan saat di bincangi di ruang kerjanya, Selasa siang. Kepada awak media, Usman mengaku akan segera menanyakan kelanjutan program tersebut ke Kementerian ESDM.

Seperti diketahui, bahwa nelayan mengeluhkan dampak dari konversi minyak ke BBG tersebut. Alasannya, penggunaan BBG berpengaruh pada kurangnya tenaga dari mesin perahu. Dengan jarak tempuh lumayan jauh, nelayan lebih cenderung menggunakan bahan bakar minyak ketimbang gas.

“Tidak ada keuntungannya pakai BBG itu bagi nelayan kita. Jauh dekat, nelayan kita pergi melaut, biaya pengeluarannya sama saja," sebutnya.

Senada juga disampaikan Ketua Koperasi Lembaga Ekonomi Pengembangan Pesisir (LEPP) Arsyad. Dikatakannya, bahwa penggunaan BBG hanya cocok untuk mesin berbahan bakar premium.

Saat ini, dari 43 paket konverter kit, hanya sekitar 10 perahu nelayan yang masih menggunakan bahan bakar gas tersebut. “Itu dipakai oleh nelayan pancing dan nelayan pemasang luka (bubu)," jelasnya.(*)

Penulis : Edison

Editor   : Andri Damanik




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Bupati Anwar Sadat Ajak Masyarakat Jaga Sungai dan Kelestarian Ekosistem

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., meresmikan Lubuk Larangan di Desa Lubuk Bernai, Kecamatan Batang Asam, sebagai upaya m

Advertorial

Gerak Cepat, Bupati Anwar Sadat Tinjau Karhutla di Bram Itam

TANJAB BARAT — Menunjukkan respons cepat terhadap kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., langs

Advertorial

Presisi Merdeka Balap Pompong Semarakkan HUT ke-81 RI dan Hari Jadi ke-61 Tanjab Barat

TANJAB BARAT – Polres Tanjung Jabung Barat selaku penyelenggara utama berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan sejumlah pihak penduk

Advertorial

Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kuala Indah, Bupati Anwar: Hentikan Pembakaran Lahan

TANJAB BARAT – Menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab langsung terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs.

Advertorial

Tutup Turnamen Berkah Madani Cup II, Ini Pesan Bupati Tanjabbar

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., secara resmi menutup Turnamen Bulutangkis Berkah Madani Cup II PBSI Tanjung Jabung Bar

Advertorial


Advertisement