KPHP Limau Gelar Pameran Produk Hasil Hutan bukan Kayu


Kamis, 19 November 2020 - WIB - Dibaca: 1251 kali

Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Limau Unit VII Hulu Sarolangun Menggelar Pameran Produk Hasil Hutan bukan Kayu (HHBK) di Cafe Asfa Sarolangun, Kamis (19/11) malam.(*) / HALOSUMATERA.COM

SAROLANGUN - Dalam menghadapi dampak ekonomi yang terdampak Pendemi Covid 19 saat ini, Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Limau Unit VII Hulu Sarolangun menggelar pameran produk Hasil Hutan bukan Kayu (HHBK). Pameran ini digelar di Cafe Asfa Sarolangun, Kamis (19/11) malam.

Produk Hasil Hutan bukan Kayu itu diantaranya garam gunung dari Desa Sungai Keradak Kecamatan Batang Asai, ada juga kerupuk pakis dari kelompok binaan perempuan di Bukit Bulan, minyak kepayang, serta produk madu yang sudah dipasarkan ke luar provinsi dan luar negeri, seperti Papua, Jawa, Jakarta dan Batam bahkan sampai ke jepang.

Kepala KPHP Limau Misriadi menyebutkan, saat ini pihaknya terus berupaya membantu peningkatan perekonomian masyarakat Sarolangun, dengan pengembangan produk unggulan yang berasal dari hasil produk hutan bukan kayu yang dilakukan oleh kelompok tani dan kelompok perempuan binaan KPHP Limau. 

"Ditengah pandemi ini perekonomian harus tetap tumbuh, kehidupan harus tetap jalan, dan disini kami lakukan promosi dalam rangka upaya pemasaran produk," katanya. 

Dirinya juga menyebutkan, banyak produk HHBK asal Sarolangun yang berpotensi untuk peningkatan ekonomi masyarakat Sarolangun. Salah satunya produk madu yang laris manis di pasaran, tercatat hingga saat ini sekitar 2.000 liter madu telah habis terjual.

"Mudah-mudahan upaya ini sebagai bentuk kontribusi nyata kami dalam menyikapi kondisi pandemi virus corona saat ini," katanya lagi.

Sementara itu, Asisten II Dedi Hendri mengapresiasi KPHP Limau yang telah melaksanakan kegiatan ini dalam rangka mendorong kegiatan ekonomi produktif terutama di sekitar kawasan hutan.

"Mudah-mudahan ini bisa jadi unit lain dalam memberikan ide, inisiatif dalam mendorong ekonomi masyarakat, karena di masa pandemi ini kegiatan ekonomi hampir saja berhenti, maka kita tidak boleh terlena dengan pandemi ini namun kita tetap mematuhi protokol kesehatan," tandasnya.(*)

Pewarta: Hendry

 

 




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Sungai Merlung Meluap, Polsek Merlung Siapkan Skema Pengalihan Arus Balik Nataru

TANJAB BARAT – Luapan air Sungai Merlung mulai menggenangi badan jalan di Lintas Timur Sumatera, tepatnya di KM 120, Kelurahan Merlung, Kabupaten Tanjung Jabu

Berita Daerah

Kapolres Tanjabbar dan Jajaran Polsek Merlung Tinjau Lokasi Banjir, Berikan Imbauan Keselamatan

MERLUNG – Jajaran Polsek Merlung melakukan monitoring intensif terhadap kenaikan debit air di sejumlah titik rawan banjir di wilayah hukum Kecamatan Merlu

Berita Daerah

Albert Chaniago Sebut Ada Bagian Retak di Pintu Air Parit 10 dan Kini Diaudit Khusus BPKP

TANJABBAR – Polemik Mega Proyek Pintu Air Parit 10 Desa Tungkal I Kabupaten Tanjabbar terus bergulir. Proyek senilai Rp 4 miliar tersebut kini sedang diau

Berita Daerah

Sorotan Proyek Pintu Air Rp 4 M, Ini Tanggapan Ketua DPRD Tanjabbar

TANJABBAR – Ketua DPRD Tanjab Barat Hamdani SE mengaku kaget besaran anggaran proyek pintu air Parit 10 Desa Tungkal I senilai Rp 4 Miliar. Disampnig itu,

Berita Daerah

Proyek Pintu Air Rp 4 M Disorot Sejak Tender, Kini Sedang di Audit BPK RI?

TANJABBAR – Proyek Pintu Air yang menelan anggaran Rp 4 Miliar di Parit 10 Desa Tungkal I disorot. Proyek ini dianggarkan melalui Dinas PUPR Tanjabbar ber

Berita Daerah


Advertisement