Merintis dengan Modal Rp 10 Ribu, Rempeyek Zaitun Sekarang Terkenal sampai ke Luar Jambi


Minggu, 10 Januari 2021 - WIB - Dibaca: 1540 kali

Zaitun Pengusaha Rempeyek Sukses yang Merintis Usahanya dari Tahun 2004 silam.(*/eko wijaya) / HALOSUMATERA.COM

Mendirikan sebuah usaha mulai dari nol hingga sukses tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Dibutuhkan perjuangan dan semangat ekstra untuk membuat usaha yang dilakoni menjadi sukses.

EKO WIJAYA - HALOSUMATERA.COM

Seperti yang dilakoni oleh seorang pengusaha rempeyek dan kripik tempe di Kota Jambi ini. Wanita bernama Zaitun tersebut sukses membangun bisnis UMKM rempeyek dan kripik tempe mulai dari nol, hingga dikenal.

Saat disambangi di kediamannya tepatnya di Lorong teladan, RT 31, Kelurahan Payo Lebar, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, Sabtu (09/01/21), Zaitun pun menceritakan perjuangan bisnis UMKM rempeyek dan kripik tempe nya hingga dikenal kemana-mana.

Zaitun mulai merintis usahanya ini sejak tahun 2004 lalu. Wanita berusia 48 tahun itu memulai usahanya dengan modal awal sebesar Rp10 ribu.

Zaitun pun mulai mencoba membuat dan berjualan rempeyek untuk kebutuhan hidup Ia dan keluarganya. Ide membuat usaha rempeyek ini didapatkan saat ia belanja dan melihat rempeyek di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Jambi.

"Awal mulanya sih pak tahun 2004, kalau untuk rempeyek. Soalnya dari faktor ekonomi lah yang membuat saya kepingin membuat kripik seperti peyek ini pak. Kemudian saya tidak tau membuat peyek itu bagaimana, cuma karna saya tahun 2004 itu juga pernah ke Mall, dan ada orang yang membuat peyek digantung di Mall itu. Jadi saya cobalah. Waktu itu punya duit Rp10 ribu, sisa belanja. Jadi saya pasar saya beli bumbu langkok itu pak harganya masih Rp150. Terus cetakan itu ada jual di pasar harganya Rp500, teri Rp500 dan pokoknya semuanya habislah Rp10 ribu,"ujar Zaitun saat dibincangi halosumatera.com di kediamannya.

Perjalanan usaha ibu tiga anak ini tak semulus yang dibayangkan, saat usaha rempeyeknya lancar, ia sempat menemui kendala, rempeyek dan kripik tempenya sempat tak dibayar oleh konsumen. Namun waktu itu Ia tak putus asa, dan tetap semangat melanjutkan bisnisnya.

"Dukanya sih orang bawa produk kita, ngambil satu nota masih lancar, dua nota lancar, terus ketiga dan keempat nota sudah numpuk dan akhirnya mereka (konsumen) gak bisa bayar lagi, mereka juga tidak mengambil produk kita lagi,"tuturnya.

Soal bahan baku, khusus tempe, Zaitun mengaku tidak kesulitan mendapatkannya, Karena ia telah memiliki langganan produsen tempe sendiri. "Karna kita sudah ada kerjasama dari tahun 2009 dengan pengrajin tempe,"jelasnya.

Berkah dari keuletannya dalam membangun usaha dari nol, tidak main-main, Zaitun pun mampu meraup omzet dari usahanya sebesar Rp130 hingga Rp180 juta perbulan.

"Kalau normal sih sebenarnya itu sekitar Rp170 juta bisa, Rp180 pun bisa. Tapi memang modalnya besar Karna harga bahan baku pada naik,"sebutnya.

Dimasa Pendemi ini, Zaitun mengakui usahanya sempat mengalami penurunan omset hingga 40 persen, namun itu tak berlangsung lama dan omset usahanya saat ini kembali normal, dan bahkan banjir orderan.

Salain di Provinsi Jambi, usaha yang diberi nama rempeyek dan kripik tempe Ilham ini juga telah menebus pasar antar provinsi, mulai dari Provinsi Sumatera Selatan (Palembang), Pekan Baru, Bengkulu dan Provinsi Lampung.

Kripik tempe dan rempeyek Ilham ini juga dapat dijadikan oleh oleh bagi anda yang berkunjung ke Jambi.

Usaha yang dirintis oleh Zaitun ini mampu membuka lapangan kerja bagi banyak orang, terutama bagi para ibu-ibu rumah tangga. Saat ini Zaitun memiliki 17 orang karyawan, hebatnya lagi Seluruh karyawan rempeyek dan kripik tempe Ilham ini didaftarkan di Jamsostek.

"Biar mereka kerjanya dengan kita aman dan nyaman, kita ikuti Jamsostek pak,"tutup wanita yang dikenal ramah, hangat dan bersahaja ini.(***)

Tonton Vidio Berikut:




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Polda Jambi Kerahkan 123 Personel Gabungan, Evakuasi Korban Tertimbun Longsor di Sarolangun

SAROLANGUN - Kecelakaan kerja kembali terjadi, sebuah insiden longsor menimpa sejumlah warga di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sar

Berita Daerah

SN Simpan Narkoba dalam Kotak Rokok, Kini Diamankan di Polres Tanjabbar

KUALA TUNGKAL – Polres Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Satuan Reserse Narkoba (Satresna

Hukum & Kriminal

Pelaku Tabrak Lari Nekat Terobos Penjagaan Polda Jambi, Akhirnya Diamankan Positif Narkoba

JAMBI - Mitsubishi Pajero Sport hitam doff dengan nomor polisi B 1989 PRS diduga plat bodong menerobos penjagaan Polda Jambi, Minggu dini hari (18/1/26). Pajero

Berita Daerah

Maling Beraksi Lewat Pedestrian Anak Sungai Kualatungkal, As Pompong Milik Nelayan Nyaris Hilang

KUALATUNGKAL - Warga di Jalan Nelayan RT 16 Kelurahan Tungkal IV Kota, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar, Jambi resah aksi pencuri onderdil pompong, R

Berita Daerah

Temuan Rp 781 Juta, Rekanan Proyek Pintu Air Baru Kembalikan Rp 300 Juta

KUALATUNGKAL - Dugaan kejanggalan terhadap Proyek Pintu Air Parit 10 Desa Tungkal I Kabupaten Tanjabbar senilai Rp 4 miliar akhirnya terjawab. Hasil Audit Tata

Berita Daerah


Advertisement