Pandemi Covid-19, Banyak Ditemukan Penderita Gangguan Jiwa di Kota Jambi


Jumat, 05 Februari 2021 - WIB - Dibaca: 757 kali

Sejumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tampak dibina dan diinapkan di ruang isolasi yang berada dilingkungan Kantor Dinas Sosial Kota Jambi. (*/dok) / HALOSUMATERA.COM
HALOSUMATERA.COM- Di masa Pandemi Covid-19 ini, ternyata banyak ditemukan penderita gangguan jiwa di Kota Jambi.
 
Pengamatan halosumatera.com, Kamis (04/02/21) di Kantor Dinas Sosial Kota Jambi, ada 4 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang berada diruang isolasi.
 
Mereka dibina dan diinapkan di ruang isolasi yang berada dilingkungan Kantor Dinas sosial Kota Jambi tersebut.
 
Sekretaris Dinas Sosial Kota Jambi, Hasya Yanto mengatakan, 4 orang ODGJ ini diamankan berdasarkan laporan masyarakat melalui Call center 112. Mereka diamankan dari berbagai wilayah di Kota Jambi, diantaranya di kawasan pasar Kebun Handil, Persijam dan Ancol Kota Jambi.
 
"Kita amankan di kantor dulu. Karna sebelum kita mengantar ke Rumah Sakit Jiwa Jambi, mereka harus di Rapid Test dulu. Jika hasilnya non reaktif baru kita 
assessment ke Rumah Sakit Jiwa,"kata Hasya Yanto, Kamis (04/02/21).
 
Dijelaskan Hasya, saat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Jambi nanti, ODGJ ini juga akan kembali dinilai atau di assessment oleh pihak RSJ Jambi.
 
"Di Rumah Sakit Jiwa pun kalau dia tidak lulus assessment, dia dilepas lagi. Dianggap tidak masuk kriteria. Tapi kalau lulus assessment ODGJ ini di masukan ke rumah sakit jiwa, mendapatkan perawatan dan disehatkan kejiwaannya,"tuturnya.
 
Hasya Yanto menyebutkan, ODGJ ini ada yang memiliki keluarga dan ada juga yang tidak memiliki keluarga alias terlantar.
 
Selama tahun 2021, lanjut Hasya, Dinas Sosial Kota Jambi telah melakukan pembinaan terhadap 10 orang yang mengalami ganguan jiwa.
 
Dari 10 kasus tersebut, 6 diantaranya  lulus assessment dan telah dirawat di RSJ Jambi, sementara 4 ODGJ lainnya  dibina di kantor Dinas Sosial.
 
Penderita gangguan jiwa di masa Pendemi Covid-19 ini diduga disebabkan oleh faktor prustasi dan kurangnya kasih sayang dari pihak keluarga.
 
"Mereka perlu kasih sayang, perlu perhatian dari keluarga. Ini kan pada umumnya mereka orang orang kecewa dan prustasi. Kedepan kami harapkan dari masyarakat agar dapat menjaga keluarganya, dan dari kami pemerintah akan giat bekerja untuk meng-nol-kan, agar jangan ada ODGJ lagi,"pungkasnya. (*/Eko)



Komentar Anda



Terkini Lainnya

Polda Jambi Kerahkan 123 Personel Gabungan, Evakuasi Korban Tertimbun Longsor di Sarolangun

SAROLANGUN - Kecelakaan kerja kembali terjadi, sebuah insiden longsor menimpa sejumlah warga di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sar

Berita Daerah

SN Simpan Narkoba dalam Kotak Rokok, Kini Diamankan di Polres Tanjabbar

KUALA TUNGKAL – Polres Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Satuan Reserse Narkoba (Satresna

Hukum & Kriminal

Pelaku Tabrak Lari Nekat Terobos Penjagaan Polda Jambi, Akhirnya Diamankan Positif Narkoba

JAMBI - Mitsubishi Pajero Sport hitam doff dengan nomor polisi B 1989 PRS diduga plat bodong menerobos penjagaan Polda Jambi, Minggu dini hari (18/1/26). Pajero

Berita Daerah

Maling Beraksi Lewat Pedestrian Anak Sungai Kualatungkal, As Pompong Milik Nelayan Nyaris Hilang

KUALATUNGKAL - Warga di Jalan Nelayan RT 16 Kelurahan Tungkal IV Kota, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar, Jambi resah aksi pencuri onderdil pompong, R

Berita Daerah

Temuan Rp 781 Juta, Rekanan Proyek Pintu Air Baru Kembalikan Rp 300 Juta

KUALATUNGKAL - Dugaan kejanggalan terhadap Proyek Pintu Air Parit 10 Desa Tungkal I Kabupaten Tanjabbar senilai Rp 4 miliar akhirnya terjawab. Hasil Audit Tata

Berita Daerah


Advertisement