Pembangunan Oprit Jembatan Sungai Nibung Distop Wabup, BPJN Jambi Datang ke Tungkal


Kamis, 30 September 2021 - 06:35:19 WIB - Dibaca: 1425 kali

Wabup Tanjabbar dan Jajaran Menghentikan Sementara Pembangunan Oprit Jembatan Sungai Nibung, Selasa (27/9) lalu.(*) / HALOSUMATERA.COM

TANJABBAR (HALOSUMATERA.COM) – Rapat antara Pemerintah Kabupaten Tanjungjabung Barat dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi, Rabu (29/09) di Ruang Pola atas kantor bupati, belum menemukan kesepakatan. Rapat akan dilanjutkan kembali pekan kedepan, atau selambatnya 11 Oktober 2021.

Sebagaimana diketahui, pada Selasa pagi (27/9) Wakil Bupati Tanjungjabung Barat, Hairan SH turun ke lokasi pembangunan Jembatan Sungai Nibung di Jalur Dua Parit Gompong dan menghentikan pembangunan oprit jembatan. Alasan penghentian pekerjaan, lantaran adanya pengaduan masyarakat, dimana oprit jembatan menutup akses masyarakat sekitar dan menutupi halaman rumah warga.

Akhirnya, pertemuan antara pemkab dan BPJN Jambi yang dipimpin langsung Wakil Bupati Tanjabbar Hairan SH, pada Rabu (29/9) belum final. Kedua belah pihak belum menemukan titik temu.

Wakil Bupati Hairan, SH menyampaikan bahwa rapat kemarin merupakan tindak lanjut dari kunjungan ke lapangan terkait laporan masyarakat. Wabup berharap pembangunan yang ditujukan bagi masyarakat ini tidak menimbulkan dampak yang justru merugikan masyarakat.

"Hari ini kita tidak mencari kesalahan tetapi mencari solusi , seperti apa pembangunan yang dibangun oleh pemerintah tidak terhambat dan tidak berdampak kepada masyarakat baik itu secara ekonomi maupun fisik," ujarnya.

"Setelah rapat ini kita akan turun kembali ke lapangan mengecek apa yang menjadi kendala di lapangan, kita berharap ada titik temu antara masyarakat dan penyelenggara jembatan agar tidak ada yang dirugikan, karena dampak dari ketinggian oprit yang 3 meter itu berada tepat di depan teras rumah masyarakat, sehingga akses keluar masuk masyarakat jika oprit itu jadi maka tidak bisa diakses oleh masyarakat sama sekali," tambahnya.

Dituturkan Wabup, pertemuan tersebut belum menghasilkan kesepakatan. " Hari ini situasinya kurang ada komunikasi, dan pihak balai meminta waktu satu minggu atau paling lama tanggal 11 Oktober akan datang kembali dan akan mengusulkan beberapa opsi kepada masyarakat. Kita juga berharap kepada masyarakat untuk sama-sama dapat menahan diri bahwa pemerintah itu tujuannya baik untuk melakukan pembangunan dan hari ini dengan dibangunnya jembatan ini maka akan banyak yang merasakan manfaatnya. Tetapi juga ada sebagian masyarakat yang merasakan dampak  dari pembangunan maka ini yang akan dicari jalan keluarnya," ujarnya.

"Ada opsi awal untuk diturunkan oprit nya dari 3 meter itu, akan tetapi walaupun turun sekian tetap saja berdampak bagi akses ke masyarakat," tandasnya.

Sesuai laporan Asisten Ekbang Setda Tanjabbar Ir H Erwin, bahwa rapat ini adalah tindak lanjut dari laporan warga pada tanggal 27 Maret 2021. H. Erwin menyampaikan bahwa pelaksanaan pembangunan jembatan yang berada di Kelurahan Sungai Nibung ini berdampak dan menimbulkan keresahan pada masyarakat. Hal itu dikarenakan ketinggian jembatan yang dibangun berdampak pada rumah masyarakat yang tinggal di sana dan berdampak juga pada lorong-lorong di sekitar pembangunan jembatan. Diharapkannya, rapat tersebut dapat memberikan solusi terkait permasalahan tersebut.

Terpisah, Kepala BPJN Jambi Bosar H Pasaribu mengatakan, sesuai prosedur pembangunan jembatan sudah disampaikan kepada masyarakat. Kata Bosar, mungkin saja penjelasan desainer pada saat itu belum diterima dengan baik. “ Sehingga terjadi miss komunikasi antara desainer dengan masyarakat, dan antara desainer dengan BPJN,” kata Bosar.

"Seperti yang bapak Wakil Bupati sampaikan jika masalah ini kita tarik ke belakang maka tidak akan selesai-selesai urusanya, dan kita cari kedepan bagaimana jalan keluarnya," kata Bosar kepada awak media.

Usai rapat, Wakil Bupati dan peserta rapat turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi pembangunan Jembatan Sungai Nibung.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Daerah H Sanusi, Asisten Perekonomian & Pembangunan, OPD dan kabag terkait, Camat Tungkal Ilir, Lurah Sungai Nibung, perwakilan masyarakat yang terdampak.(*/HS)

 




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Bupati Anwar Sadat Dukung Sosialisasi Piala Dunia 2026 dan Pemasangan Antena TVRI Jambi

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., menghadiri acara sosialisasi Piala Dunia 2026 sekaligus seremoni pemasangan antena ole

Advertorial

Wujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan, Wabup Katamso Hadiri Rakor Mitigasi Kekeringan Kementan

JAKARTA – Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., menghadiri rapat koordinasi (rakor) mitigasi kekeringan lahan pertanian yang dige

Advertorial

Bupati Anwar Sadat Tinjau Pelaksanaan Tes Akademik SD di Kelurahan Teluk Nilau

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., memastikan pelaksanaan tes akademik tingkat sekolah dasar (SD) di Kabupaten Tanjung Ja

Advertorial

Ahmad Syukri Barogbah Apresiasi Polda Jambi Tangkap DPO Alung yang Sempat Kabur

JAMBI - Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar S.I.K., M.H., melalui Dir intelkam Polda Jambi Kombes Pol Yuli Haryudo, S.E., bersama para PJU Ditintelkam Pold

Berita Daerah

Perumda Tirta Muaro Jambi Bantu Air Bersih 4.000 Liter, Warga: Bukan Solusi Jangka Panjang

JAMBI - Perumda Tirta Muaro Jambi memberikan bantuan air bersih sebanyak 4.000 liter yang dialokasikan di dua RT, yakni RT 28 dan RT 33 Desa Mendalo Darat Kecam

Berita Daerah


Advertisement