Perseteruan Dewan Soal Proyek GOR di Akhir Jabatan Bupati Usman Ermulan


Jumat, 04 September 2015 - 20:19:04 WIB - Dibaca: 2571 kali

DPRD Kabupaten Tanjab Barat. (IT) / HALOSUMATERA.COM

KUALATUNGKAL – Ternyata, rencana pembangunan GOR yang menjadi cikal bakal Sport Center di Pembengis, Kecamatan Tungkal Ilir masih menjadi kontroversi. Masih ada tarik ulur antar DPRD terkait polemik tersebut.

Sebagaimana diutarakan Sekretaris Komisi III DPRD Tanjab Barat, Syafrizal Lubis. Dirinya meragukan kucuran dana dari Kemenpora untuk pembangunan Sport Center senilai Rp 175 miliar.

“Siapa yang menjamin jika anggaran dari Kemenpora sebesar Rp 175 miliar akan dikucurkan di tahun berikutnya,” kata politisi dari Partai Golkar ini.

Syafrizal berpendapat, pemerintah kabupaten terbilang lemah terutama meloby anggaran pusat. “Kita semua mendukung pembangunan GOR, tapi sayangnya kenapa harus diakhir kepemimpinan Bupati, sementara ini masuk dalam RPJMD,” kata dia.

“Kita takut ini akan menjadi monument yang mubazir. Berganti kepemimpinan kedepannya, belum tentu dilanjutkan lagi, apalagi meloby Kemenpora untuk pembangunan Sport Center,” kata mantan Ketua KNPI Tanjab Barat ini.

Ogek, sapaan akrabnya, menyarankan, agar pembangunan yang berkelanjutan dihindari pembangunannya di akhir jabatan bupati. Apalagi, tambahnya, kondisi keuangan daerah mengalami defisit.

Terpisah, Ketua DPRD Tanjab Barat, Faisal Riza mengatakan, Gedung Olahraga (GOR) yang menjadi cikal bakal pembangunan Sport Center sangat bermanfaat bagi daerah.

Selain untuk persiapan Porprov Jambi, keberadaan GOR juga akan menunjang PAD Kabupaten Tanjab Barat. Sepertihalnya pengelolaan GOR Senayan. GOR tersebut bisa dikomersilkan, dalam bentuk sewa menyewa.

“Misalnya ada kegiatan dari pihak swasta, bisa menggunakan GOR dalam bentuk sewa. Kolam renang yang akan dibangun juga bisa dengan system tiket. Tapi semuanya harus diatur perda,” ujar politisi Partai Gerindra ini.

Faisal Riza mengakui, jika pembangunan Sport Center tidak memungkin menggunakan APBD, lantaran dibutuhkan dana yang cukup besar. Oleh sebab itu, diperlukan alokasi dana pusat, sedangkan pemkab menyediakan dana sharing.

Kenapa harus diakhir jabatan bupati? Faisal berpendapat, dulunya tidak ada yang bisa menindaklanjuti rencana pembangunan sport center. Perencanaan detailnya baru dibuat pada 2014 lalu, menelan dana Rp 2 miliar.

“Harusnya memang ditindaklanjuti dengan pembangunan fisik, kalau gak dana perencanaan akan sia-sia,” jelasnya.

Icol juga menambahkan, jika proyek ini dibatalkan setelah dilakukan tender pengawasan melalui LPSE, perlu menjadi pertanyaan. “Pada dasarnya manfaat GOR banyak buat masyarakat kita,” timpal dia.(*)

Editor : Andri Damanik




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Bupati Anwar Sadat Ajak Masyarakat Jaga Sungai dan Kelestarian Ekosistem

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., meresmikan Lubuk Larangan di Desa Lubuk Bernai, Kecamatan Batang Asam, sebagai upaya m

Advertorial

Gerak Cepat, Bupati Anwar Sadat Tinjau Karhutla di Bram Itam

TANJAB BARAT — Menunjukkan respons cepat terhadap kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., langs

Advertorial

Presisi Merdeka Balap Pompong Semarakkan HUT ke-81 RI dan Hari Jadi ke-61 Tanjab Barat

TANJAB BARAT – Polres Tanjung Jabung Barat selaku penyelenggara utama berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan sejumlah pihak penduk

Advertorial

Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kuala Indah, Bupati Anwar: Hentikan Pembakaran Lahan

TANJAB BARAT – Menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab langsung terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs.

Advertorial

Tutup Turnamen Berkah Madani Cup II, Ini Pesan Bupati Tanjabbar

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., secara resmi menutup Turnamen Bulutangkis Berkah Madani Cup II PBSI Tanjung Jabung Bar

Advertorial


Advertisement