Perseteruan Dewan Soal Proyek GOR di Akhir Jabatan Bupati Usman Ermulan


Jumat, 04 September 2015 - 20:19:04 WIB - Dibaca: 2518 kali

DPRD Kabupaten Tanjab Barat. (IT) / HALOSUMATERA.COM

KUALATUNGKAL – Ternyata, rencana pembangunan GOR yang menjadi cikal bakal Sport Center di Pembengis, Kecamatan Tungkal Ilir masih menjadi kontroversi. Masih ada tarik ulur antar DPRD terkait polemik tersebut.

Sebagaimana diutarakan Sekretaris Komisi III DPRD Tanjab Barat, Syafrizal Lubis. Dirinya meragukan kucuran dana dari Kemenpora untuk pembangunan Sport Center senilai Rp 175 miliar.

“Siapa yang menjamin jika anggaran dari Kemenpora sebesar Rp 175 miliar akan dikucurkan di tahun berikutnya,” kata politisi dari Partai Golkar ini.

Syafrizal berpendapat, pemerintah kabupaten terbilang lemah terutama meloby anggaran pusat. “Kita semua mendukung pembangunan GOR, tapi sayangnya kenapa harus diakhir kepemimpinan Bupati, sementara ini masuk dalam RPJMD,” kata dia.

“Kita takut ini akan menjadi monument yang mubazir. Berganti kepemimpinan kedepannya, belum tentu dilanjutkan lagi, apalagi meloby Kemenpora untuk pembangunan Sport Center,” kata mantan Ketua KNPI Tanjab Barat ini.

Ogek, sapaan akrabnya, menyarankan, agar pembangunan yang berkelanjutan dihindari pembangunannya di akhir jabatan bupati. Apalagi, tambahnya, kondisi keuangan daerah mengalami defisit.

Terpisah, Ketua DPRD Tanjab Barat, Faisal Riza mengatakan, Gedung Olahraga (GOR) yang menjadi cikal bakal pembangunan Sport Center sangat bermanfaat bagi daerah.

Selain untuk persiapan Porprov Jambi, keberadaan GOR juga akan menunjang PAD Kabupaten Tanjab Barat. Sepertihalnya pengelolaan GOR Senayan. GOR tersebut bisa dikomersilkan, dalam bentuk sewa menyewa.

“Misalnya ada kegiatan dari pihak swasta, bisa menggunakan GOR dalam bentuk sewa. Kolam renang yang akan dibangun juga bisa dengan system tiket. Tapi semuanya harus diatur perda,” ujar politisi Partai Gerindra ini.

Faisal Riza mengakui, jika pembangunan Sport Center tidak memungkin menggunakan APBD, lantaran dibutuhkan dana yang cukup besar. Oleh sebab itu, diperlukan alokasi dana pusat, sedangkan pemkab menyediakan dana sharing.

Kenapa harus diakhir jabatan bupati? Faisal berpendapat, dulunya tidak ada yang bisa menindaklanjuti rencana pembangunan sport center. Perencanaan detailnya baru dibuat pada 2014 lalu, menelan dana Rp 2 miliar.

“Harusnya memang ditindaklanjuti dengan pembangunan fisik, kalau gak dana perencanaan akan sia-sia,” jelasnya.

Icol juga menambahkan, jika proyek ini dibatalkan setelah dilakukan tender pengawasan melalui LPSE, perlu menjadi pertanyaan. “Pada dasarnya manfaat GOR banyak buat masyarakat kita,” timpal dia.(*)

Editor : Andri Damanik




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Ketua Rim Nitahi HMB Desak APH Bertindak terhadap Terduga Perusak Hutan Adat di Tapsel

BATANG ANGKOLA – Ketua Parsadaan Rim Nitahi Haruaya Mardomu Bulung (HMB), Ahmad Kaslan Dalimunthe, Gelar Mangaraja Siombaon Parlindungan mendesak Aparat Pene

Berita Daerah

Kolaborasi Jadi Kunci, Tanjab Barat Peringati May Day 2026 dengan Semangat Kebersamaan

TANJAB BARAT – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) Tahun 2026 dengan penuh semangat kebersamaan antara p

Advertorial

Bupati Tanjab Barat Tinjau Program Bedah Rumah BAZNAS di Dua Kelurahan

TANJABBAR – Komitmen menghadirkan hunian layak bagi masyarakat terus diwujudkan. Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., turun langsung menin

Advertorial

Tinjau Lokasi Kebakaran di Teluk Nilau, Bupati Anwar Sadat Instruksikan Penanganan Maksimal

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., meninjau langsung lokasi kebakaran di Kelurahan Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan, Juma

Advertorial

Pemkab Tanjab Barat Gelar Malam Perpisahan Kajari Anton Rahmanto

TANJAB BARAT – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat menggelar malam perpisahan untuk Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanjab Barat, Anton Rahmanto, S.H.,

Advertorial


Advertisement