Perseteruan Dewan Soal Proyek GOR di Akhir Jabatan Bupati Usman Ermulan


Jumat, 04 September 2015 - 20:19:04 WIB - Dibaca: 2446 kali

DPRD Kabupaten Tanjab Barat. (IT) / HALOSUMATERA.COM

KUALATUNGKAL – Ternyata, rencana pembangunan GOR yang menjadi cikal bakal Sport Center di Pembengis, Kecamatan Tungkal Ilir masih menjadi kontroversi. Masih ada tarik ulur antar DPRD terkait polemik tersebut.

Sebagaimana diutarakan Sekretaris Komisi III DPRD Tanjab Barat, Syafrizal Lubis. Dirinya meragukan kucuran dana dari Kemenpora untuk pembangunan Sport Center senilai Rp 175 miliar.

“Siapa yang menjamin jika anggaran dari Kemenpora sebesar Rp 175 miliar akan dikucurkan di tahun berikutnya,” kata politisi dari Partai Golkar ini.

Syafrizal berpendapat, pemerintah kabupaten terbilang lemah terutama meloby anggaran pusat. “Kita semua mendukung pembangunan GOR, tapi sayangnya kenapa harus diakhir kepemimpinan Bupati, sementara ini masuk dalam RPJMD,” kata dia.

“Kita takut ini akan menjadi monument yang mubazir. Berganti kepemimpinan kedepannya, belum tentu dilanjutkan lagi, apalagi meloby Kemenpora untuk pembangunan Sport Center,” kata mantan Ketua KNPI Tanjab Barat ini.

Ogek, sapaan akrabnya, menyarankan, agar pembangunan yang berkelanjutan dihindari pembangunannya di akhir jabatan bupati. Apalagi, tambahnya, kondisi keuangan daerah mengalami defisit.

Terpisah, Ketua DPRD Tanjab Barat, Faisal Riza mengatakan, Gedung Olahraga (GOR) yang menjadi cikal bakal pembangunan Sport Center sangat bermanfaat bagi daerah.

Selain untuk persiapan Porprov Jambi, keberadaan GOR juga akan menunjang PAD Kabupaten Tanjab Barat. Sepertihalnya pengelolaan GOR Senayan. GOR tersebut bisa dikomersilkan, dalam bentuk sewa menyewa.

“Misalnya ada kegiatan dari pihak swasta, bisa menggunakan GOR dalam bentuk sewa. Kolam renang yang akan dibangun juga bisa dengan system tiket. Tapi semuanya harus diatur perda,” ujar politisi Partai Gerindra ini.

Faisal Riza mengakui, jika pembangunan Sport Center tidak memungkin menggunakan APBD, lantaran dibutuhkan dana yang cukup besar. Oleh sebab itu, diperlukan alokasi dana pusat, sedangkan pemkab menyediakan dana sharing.

Kenapa harus diakhir jabatan bupati? Faisal berpendapat, dulunya tidak ada yang bisa menindaklanjuti rencana pembangunan sport center. Perencanaan detailnya baru dibuat pada 2014 lalu, menelan dana Rp 2 miliar.

“Harusnya memang ditindaklanjuti dengan pembangunan fisik, kalau gak dana perencanaan akan sia-sia,” jelasnya.

Icol juga menambahkan, jika proyek ini dibatalkan setelah dilakukan tender pengawasan melalui LPSE, perlu menjadi pertanyaan. “Pada dasarnya manfaat GOR banyak buat masyarakat kita,” timpal dia.(*)

Editor : Andri Damanik




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Polda Jambi Kerahkan 123 Personel Gabungan, Evakuasi Korban Tertimbun Longsor di Sarolangun

SAROLANGUN - Kecelakaan kerja kembali terjadi, sebuah insiden longsor menimpa sejumlah warga di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sar

Berita Daerah

SN Simpan Narkoba dalam Kotak Rokok, Kini Diamankan di Polres Tanjabbar

KUALA TUNGKAL – Polres Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Satuan Reserse Narkoba (Satresna

Hukum & Kriminal

Pelaku Tabrak Lari Nekat Terobos Penjagaan Polda Jambi, Akhirnya Diamankan Positif Narkoba

JAMBI - Mitsubishi Pajero Sport hitam doff dengan nomor polisi B 1989 PRS diduga plat bodong menerobos penjagaan Polda Jambi, Minggu dini hari (18/1/26). Pajero

Berita Daerah

Maling Beraksi Lewat Pedestrian Anak Sungai Kualatungkal, As Pompong Milik Nelayan Nyaris Hilang

KUALATUNGKAL - Warga di Jalan Nelayan RT 16 Kelurahan Tungkal IV Kota, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar, Jambi resah aksi pencuri onderdil pompong, R

Berita Daerah

Temuan Rp 781 Juta, Rekanan Proyek Pintu Air Baru Kembalikan Rp 300 Juta

KUALATUNGKAL - Dugaan kejanggalan terhadap Proyek Pintu Air Parit 10 Desa Tungkal I Kabupaten Tanjabbar senilai Rp 4 miliar akhirnya terjawab. Hasil Audit Tata

Berita Daerah


Advertisement