Pjs Gubernur Jambi Tinjau Ruang Isolasi Tambahan Pasien OTG


Rabu, 14 Oktober 2020 - WIB - Dibaca: 812 kali

Pjs Gubernur Jambi Meninjau Ruang Isolasi Tambahan bagi OTG di BPSDM Provinsi Jambi. / HALOSUMATERA.COM

JAMBI (halosumatera.com) - Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Jambi Ir Restuardy Daud M Sc meninjau ruang isolasi tambahan bagi pasien Covid-19 di Asrama  Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jambi, Kota Baru, Kota Jambi, Selasa (13/10/2020) sore.

Pemerintah Provinsi dan Satuan Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jambi menyiapkan tambahan tempat isolasi bagi pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19. 

70 tempat tidur telah siap untuk ditempati di BPSDM Provinsi Jambi. Hal ini merupakan upaya Satgas Covid-19 Provinsi Jambi untuk meningkatkan pelayanan penanganan Covid-19.

Pada kesempatan ini, Pjs.Gubernur didampingi Tim Satuan Tugas Covid-19 Provinsi Jambi, Kapolda Jambi Irjen Pol Firman Shantyabudi, Danrem  042/Gapu Brigjen M Zulkifli, Asisten I Sekda Provinsi Jambi Apani Saharudin, Kepala BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah, Plt.Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi Reflizar, Wakil Wali Kota Jambi Maulana, Kepala Biro Humas dan Protokol Sekda Provinsi Jambi Johansyah, beserta para anggota lainnya.

Usai peninjauan, Ardy Daud menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jambi dan Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi terus berupaya bekerja sama dalam penanganan Covid-19, salah satunya menyiapkan Asrama BPSDM Provinsi Jambi sebagai tambahan rumah isolasi untuk pengendalian dan percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi Jambi. 

“Pada hari ini kita bersama tim Satuan Tugas Covid-19 Provinsi Jambi langsung turun melihat persiapan tambahan tempat isolasi, yang kita harapkan bisa menampung pasien terkonfirmasi Covid-19 yang akhir-akhir ini jumlahnya meningkat secara signifikan,” kata Ardy Daud.

“Kita dari Tim Satgas Covid-19 Provinsi Jambi, Tim Satgas Kota Jambi terus mengamati pergerakan angka, terus bergerak naik. Mengingat saat ini jumlah pasien positif Covid-19 terus mengalami peningkatan, sedangkan daya tampung rumah sakit kita terbatas bagi pasien Covid-19,” lanjut Ardy Daud.

Ardy Daud mengatakan, Asrama BPSDM Provinsi Jambi dapat menampung pasien Covid-19 tanpa gejala sebanyak 70 tempat tidur, dokter dan para medis disiagakan.

Selain itu, Ardy Daud mengajak masyarakat di Provinsi Jambi untuk bersama-sama dan senantiasa disiplin melaksanakan Protokol Kesehatan.

“Dengan cara itulah kita bisa menekan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Provinsi Jambi secara efektif,” tegas Ardy Daud.

Sebelumnya, pada Rabu, 30 September 2020, Ardy Daud meninjau salah satu Gedung di Rumah Sakit Raden Mattaher, yakni gedung 6 (enam) lantai untuk segera dilanjutkan pembangunannya, sebagai tempat isolasi bagi pasien OTG (Orang Tanpa Gejala) Covid-19. (*/Ri)




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Polda Jambi Kerahkan 123 Personel Gabungan, Evakuasi Korban Tertimbun Longsor di Sarolangun

SAROLANGUN - Kecelakaan kerja kembali terjadi, sebuah insiden longsor menimpa sejumlah warga di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sar

Berita Daerah

SN Simpan Narkoba dalam Kotak Rokok, Kini Diamankan di Polres Tanjabbar

KUALA TUNGKAL – Polres Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Satuan Reserse Narkoba (Satresna

Hukum & Kriminal

Pelaku Tabrak Lari Nekat Terobos Penjagaan Polda Jambi, Akhirnya Diamankan Positif Narkoba

JAMBI - Mitsubishi Pajero Sport hitam doff dengan nomor polisi B 1989 PRS diduga plat bodong menerobos penjagaan Polda Jambi, Minggu dini hari (18/1/26). Pajero

Berita Daerah

Maling Beraksi Lewat Pedestrian Anak Sungai Kualatungkal, As Pompong Milik Nelayan Nyaris Hilang

KUALATUNGKAL - Warga di Jalan Nelayan RT 16 Kelurahan Tungkal IV Kota, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar, Jambi resah aksi pencuri onderdil pompong, R

Berita Daerah

Temuan Rp 781 Juta, Rekanan Proyek Pintu Air Baru Kembalikan Rp 300 Juta

KUALATUNGKAL - Dugaan kejanggalan terhadap Proyek Pintu Air Parit 10 Desa Tungkal I Kabupaten Tanjabbar senilai Rp 4 miliar akhirnya terjawab. Hasil Audit Tata

Berita Daerah


Advertisement