BATANG ASAM - Humas PT Dasar Anugrah Sejati (DAS), Rohman dihadapan wartawan mengakui adanya tanggul yang jebol dan mengakibatkan limbah meluap ke anak Sungai Tatahan. Kata dia, jebolnya tanggul akibat hujan deras.
Pihaknya sudah melakukan perbaikan tanggul limbah. Selain itu, perusahaan juga sudah melakukan mediasi dengan masyarakat di empat desa untuk memberikan kompensasi dalam bentuk bangunan.
"Kita memberikan kompensasi berupa pambangunan Sumur Bor, pembangunan Pasilat umum, dan untuk yang lainnya masih dalam mediasi," katanya.
Pantuan di lapangan, pengelolaan limbah biogas dan tanggul limbah PT DAS yang berada di belakang pabril tampak memprihatinkan. Pasalnya, tanggul nyaris tidak bisa menahan limbah yang volumenya hampir sama dengan ketinggian tanggul.
Sementara itu, M Helius, Tokoh Pemuda Tungkal Ulu mengaku prihatin dengan kejadian tersebut. Ia berjanji membuat surat resmi ke DPRD untuk melakukan Hearing bersama anggota dewan.
"Ini jelas menjadi pertanyaan kita, baku mutu yang seperti apa yang harus di gunakan. Dan spek tanggul yang baga mana yang dibenarkan untuk menampung limbah. Ijin yang bagaimana yang digunakan perusahaan hingga perusahaan seenaknya berulang-ulang melakukan kesalahan. Kita akan bawa ini ke DPR," tegasnya.(*)
Penulis : Hery
Editor : Andri Damanik
SAROLANGUN - Kecelakaan kerja kembali terjadi, sebuah insiden longsor menimpa sejumlah warga di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sar
KUALA TUNGKAL – Polres Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Satuan Reserse Narkoba (Satresna
JAMBI - Mitsubishi Pajero Sport hitam doff dengan nomor polisi B 1989 PRS diduga plat bodong menerobos penjagaan Polda Jambi, Minggu dini hari (18/1/26). Pajero
KUALATUNGKAL - Warga di Jalan Nelayan RT 16 Kelurahan Tungkal IV Kota, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar, Jambi resah aksi pencuri onderdil pompong, R
KUALATUNGKAL - Dugaan kejanggalan terhadap Proyek Pintu Air Parit 10 Desa Tungkal I Kabupaten Tanjabbar senilai Rp 4 miliar akhirnya terjawab. Hasil Audit Tata