Rakor Evaluasi Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Ini Kata Kapolda


Jumat, 31 Desember 2021 - 15:34:15 WIB - Dibaca: 614 kali

Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 tahun 2021 dan antisipasi lonjakan penularan kasus Covid-19 pasca Nataru di BPBD Provinsi Jambi, Rabu (29/12). / HALOSUMATERA.COM

JAMBI (HS) – Meski kasus Covid-19 di Provinsi Jambi menurun, lonjakan kasus Covid-19 harus diantisipasi pasca libur Nataru 2022. Saat ini adanya varian baru (Omnicron), yang telah masuk ke Indonesia harus diwaspadai.

Hal ini dikatakan Kapolda Jambi Irjen Pol A Rachmad Wibowo SIK saat menghadiri Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 tahun 2021 dan antisipasi lonjakan penularan kasus Covid-19 pasca Nataru di BPBD Provinsi Jambi, Rabu lalu (29/12).

Dikatakan Kapolda, ada beberapa penekanan terkait intruksi Presiden terkait penanganan Covid-19. Pertama pendisiplinan prokes yaitu pemakaian masker, meski Provinsi Jambi berstatus PPKM level I dan II.

Kedua, melakukan tracing dan trafing jika ada penemuan kasus positif dan diimbangin dengan percepatan vaksinasi. “ Dimana lokasi vaksinasi harus dekat dengan sasaran yang akan divaksin. Kemudian, untuk petugas vaksinator, agar mengapload data manual ke P-care, karena ini akan meningkatkan persentase capaian vaksinasi kita,” kata Kapolda Jambi saat memberikan paparan.

Mengenai ketersediaan vaksin, Jenderal Polisi bintang dua ini menilai cukup bagus. Untuk Polda Jambi sendiri, capaian vaksinasi telah lebih dari 20 persen.

“Kita sudah melakukan percepatan vaksin di angka 213.000 dosis, dengan persentase 28 persen, dan kita sudah over dari kewajiban yang hanya 20 persen,” ujar Kapolda.

Ditambahkan Kapolda, dari 11 kabupaten kota di Provinsi Jambi, Kabupaten Kerinci berada diurutan terendah capaian vaksinasinya. Sementara, Kota Sungai penuh meningkat drastis dalam beberapa hari terakhir, begitu juga dengan Kabupaten Sarolangun dan Merangin.

“Kita akan berupaya peningkatan vaksinasi di Kabupaten Kerinci. Saya melihat ada yang salah terkait vaksinasi di Kerinci. Saya berharap, awal tahun nanti Forkompimda bisa bersama-sama ke Kerinci untuk membantu percepatan vaksinasi di Kerinci. Di kerinci masyarakatnya defense (menolak) dengan vaksinasi, dan diharapkan kepada Pak Sekda untuk membantu percepatan disana. Kita sudah pernah mendorong percepatan vaksinasi di Kerinci dengan memberikan doorprize, namun hanya berjalan sementara,” ucapnya.

Adanya vaksin yang mendekati masa expire, Kapolda menyarankan kepada Pemprov Jambi agar mengusulkan ke Kemenkes agar vaksin yang didistribusikan ke Provinsi Jambi sesuai dengan kapasitasnya.

“ Agar Kemenkes mendistribusikan vaksin sesuai dengan kemampuan kita untuk didistribusikan ke daerah- daerah, agar jangan ada vaksin yang expire,” ucapnya.

Demi percepatan vaksinasi di Kerinci, Rachmad Wibowo akan menempatkan tim vaksinator yang beranggotakan empat orang di desa-desa.

Selanjutnya, untuk antisipasi munculnya varian baru, Kapolda juga menekankan kepada Forkompimda agar fokus di hilir,  mulai dari kesiapan tenaga kesehatan, tempat tidur, sistem apload data manual ke P-Care, penggunaan aplikasi peduli lindungi.

“Untuk aplikasi peduli lindungi juga harus ada yang mengawasi, bukan sekedar aplikasi. Untuk Polres-polres yang ada di Provinsi Jambi, semuanya sudah kita lengkapi dengan aplikasi peduli lindungi,” kata Kapolda.

Waspada Varian Baru

Tim Pakar dan Analis Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Umi dalam rakor tersebut mengatakan, kondisi penyebaran Covid-19 di Provinsi Jambi cukup melandai dan perlu dipertahankan.

Puncak dari penyebaran gelombang dua terjadi pada akhir Juli 2021, dan kian menurun drastis hingga akhir Desember 2021.

Untuk pemetaan resiko penyebaran Covid-19 di Provinsi Jambi, lanjut Umi, hanya zona hijau dan kuning. Terdiri 6 kabupaten masuk zona hijau, dan zona kuning 5 daerah (kabupaten).

“Perbandingan kasus Covid 19 tahun 2020 dengan 2021 cukup jauh berbeda, kita harapkan kondisi sekarang dapat dipertahankan seterusnya,” ujarnya.

Mengenai adanya varian baru saat ini (omicron) harus diwaspadai, jangan sampai ada gelombang III.

“Dari laporan Kemenkes, bahwa kasus varian baru bukan hanya dari luar, tapi ada transisi lokal, ini harus kita antisipasi,” timpalnya.

Hanya saja, lanjut Umi, yang dikhawatirkan saat ini bahwa peningkatan displin prokes kian menurun. Provinsi Jambi sempat di angka 90 persen terkait peningkatan prokes, kini turun di angka 80 persen.

Vaksin Kedaluarsa

Sementara itu, Kadiskes Provinsi Jambi melalui Kabid P2P, dr. Eva mengatakan, bahwa yang terjadi saat ini ada vaksin yang mendekati massa expired.

Sebelumnya, kata dia, Provinsi Jambi belum memiliki Ultra Low Temperatur (ULT) untuk penyimpanan vaksin, sehingga vaksin yang baru didrop dari pusat, langsung didistribusikan ke kabupaten-kabupaten, sesuai kebutuhan.

“Kondisi demikian, banyak vaksin yang mendekati masa kedaluwarsanya seperti vaksin Frizer. Kita ingin petunjuk dari Satgas Covid apakah vaksin yang mendekati kedaluarsa ini kita lakukan inovasi, misalkan melakukan sweeping ke nakes. Tentunya kebijakan ini apakah nanti bertentangan dengan HAM, jika kita memaksakan kepada masyarakat untuk divaksin,” ujar Eva.

Dia menyebutkan, selain frizer, jenis vaksin astrazeneca ada 750 dosis mendekati massa expired sampai 12 Januari 2022.

Digeser ke Angkasa Pura

Sementara itu, terkait vaksin yang mendekat massa kedaluarsa, Kalaksa BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah, SH MH menyarankan agar vaksin tersebut bisa digeser ke PT Angkasa Pura (Bandara). Sehingga bagi pelaku perjalanan yang masih dosis I ingin bepergian dengan pesawat, bisa divaksin dosis II.

“Terkait vaksin yang mendekati masa expire saya menyarankan agar digeser ke PT Angkasa Pura, karena untuk pelaku perjalanan di bandara, harus vaksin lengkap. Dan kita juga sudah bangun posko disitu,” tandasnya.

Danrem 042 Gapu/Jambi Brigjen TNI Zulkifli, SIP MIP juga menyarankan agar vaksin yang mendekati masa expired agar segera dicarikan solusi.

“Bila perlu vaksin tersebut dibosterkan saja, dari pada tidak terpakai,” ucapnya.

Hadir dalam rakor tersebut, Sekda Provinsi Jambi H Sudirman, SH MH, Karo Ops Polda Jambi Kombes Pol Feri Handoko Soenarso, SH SIK, Kepala Bapelkes Provinsi Jambi Ahmad Fauzi SH M Kes, Kadishub Provinsi Jambi Drs H Ismed Wijaya MM, Kajati Jambi diwakili oleh Kasi Sosial, Budaya dan Masyarakat Budi Maulana Cahyadi SH, Karumkit Bhayangkara Jambi AKBP dr M Elyandiko Sp An.(*/nik)

 

 




Komentar Anda



Terkini Lainnya

BADKO HMI Jambi Malah Aksi di Polda Jambi, Ini Dipicu Bentrok dengan Aparat di Gedung Dewan

JAMBI - Aksi Badan Koordinasi HMI Jambi malah berbuntut panjang. Aksi yang telah dilakukan di Halaman Gedung DPRD Provinsi Jambi dua kali berujung bentrok denga

Berita Daerah

Kerakusan Pengusaha Ilegal memberikan Luka Menganga di Tubuh Bangsa

Ekonomi Indonesia ditopang oleh sektor usaha, baik formal maupun informal. Namun, di balik geliat ekonomi, terdapat oknum yang menjalankan usaha secara ilegal.

Opini

Rio Dezaneru Targetkan 500 Juta Pembiayaan Non Bank untuk Anggota

MUARO JAMBI – Ketua Umum Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Muaro Jambi, Rio Dezaneru menargetkan lima ratus juta rupiah pemb

Berita Daerah

Terpilih Sebagai Ketua HIPMI Muaro Jambi, Ini Visi dan Misi Rio Dezaneru

MUARO JAMBI – Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Muaro Jambi menggelar pelantikan pengurus baru periode 2024-2027, di Aula Ru

Berita Daerah

Gedung Megah Senilai Rp 25 Miliar di Tanjabbar Disorot

TANJABBAR – Dinas PUPR Kabupaten Tanjabbar dalam dua tahun terakhir menggelontorkan anggaran untuk pembangunan Gedung Pemda senilai Rp 25 miliar. Dengan r

Berita Daerah


Advertisement