HALOSUMATERA.COM - Pemerintahan Desa Olak kembali menyalurkan bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) tahap kedua kepada 160 keluarga penerima manfaat (KPM), dengan cara mendatangi rumah masyarakat secara langsung.
Kegiatan penyaluran tersebut berlangsung pada Kamis 25 Februari 2021 dihadiri Kepala Desa Olak Bustari SE, Babinkamtibmas Marehot Siregar, Ketua BPD, pendamping desa, seluruh kadus dan RT serta perangkat desa.
Pejabat Kepala Desa Olak Bustari SE mengatakan Desa Olak menyalurkan bantuan BLT DD sebesar Rp 300.000 per KPM, yang bersumber dari Dana Desa tahun anggaran 2021.
" keluarga penerima manfaat (KPM) ini menerima Rp 300.000 pada penyaluran kali ini, yang mana mereka yang menerima sudah terdata pada musyawarah desa sebelumnya," ucapnya.
Bustari berharap, dengan bantuan tersebut bisa dimanfaatkan untuk membantu keluarga mencukupi kebutuhan pokok dan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin.
"dan putaran duitnya pun, pembelian atau pembelanjaan cukuplah di desa ini biar orang yang lain yang tidak dapat BLT DD ini juga merasakan manfaatnya," jelasnya.
Ia juga berharap kepada masyarakat khususnya penerima BLT DD ini agar bisa bisa membantu pemeritahan Desa Olak dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19 dengan menyiapkan tempat pencuci tangan dan sabun di rumah masing-masing.
Pewarta: Riza
SAROLANGUN - Kecelakaan kerja kembali terjadi, sebuah insiden longsor menimpa sejumlah warga di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sar
KUALA TUNGKAL – Polres Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Satuan Reserse Narkoba (Satresna
JAMBI - Mitsubishi Pajero Sport hitam doff dengan nomor polisi B 1989 PRS diduga plat bodong menerobos penjagaan Polda Jambi, Minggu dini hari (18/1/26). Pajero
KUALATUNGKAL - Warga di Jalan Nelayan RT 16 Kelurahan Tungkal IV Kota, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar, Jambi resah aksi pencuri onderdil pompong, R
KUALATUNGKAL - Dugaan kejanggalan terhadap Proyek Pintu Air Parit 10 Desa Tungkal I Kabupaten Tanjabbar senilai Rp 4 miliar akhirnya terjawab. Hasil Audit Tata