TANJABBAR (HS) – Kebutuhan bahan pokok semakin tinggi di bulan ramadhan. Dikhawatirkan, persediaan stok sembako di Pasar Tradisional Kualatungkal semakin menipis.
Kepala Seksi Pengadaan dan Operasional Perum Bulog Kantor Cabang Kualatungkal, M. Yusuf mengatakan, saat ini persediaan daging beku saat ini hanya 226 kilogram.
Mengantisipasi kekurangan, pihaknya telah mengajukan kembali untuk penambahan suplai daging di Tanjab Barat.
“Yang ada saat ini hanya ada 226 kilogram saja, kalau permintaan masih normal itu dapat bertahan hingga seminggu kedepan, tapi kita tetap antisipasilah jangan sampai putus, dan sudah menghubungi pihak kantor wilayah dan pusat untuk mengirimkan kembali sebanyak 2.000 kilogram daging sapi beku, kemungkinan dalam waktu dekat akan masuk,” katanya.
Disampaikan Yusuf, bahwa dibandingkan tahun lalu, permintaan daging tidak terlalu melojak. Menurutnya, hal ini lantaran pihak perum bulog provinsi mengganti daging kerbau beku menjadi daging sapi dan masyarakat masih butuh penyesuaian, mengingat dari segi harga juga berbeda.
“Memang tahun ini daging sapi yang kita stok kalau tahun-tahun sebelumnya daging kerbau, kalau daging sapi kita jual Rp 90 ribu lebih mahal Rp 10 ribu dari daging kerbau. Mungkin ini yang menjadi berkurangnya minat masyarakat membeli daging,” pungkas Yusuf. (*/kaka)
SAROLANGUN - Kecelakaan kerja kembali terjadi, sebuah insiden longsor menimpa sejumlah warga di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sar
KUALA TUNGKAL – Polres Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Satuan Reserse Narkoba (Satresna
JAMBI - Mitsubishi Pajero Sport hitam doff dengan nomor polisi B 1989 PRS diduga plat bodong menerobos penjagaan Polda Jambi, Minggu dini hari (18/1/26). Pajero
KUALATUNGKAL - Warga di Jalan Nelayan RT 16 Kelurahan Tungkal IV Kota, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar, Jambi resah aksi pencuri onderdil pompong, R
KUALATUNGKAL - Dugaan kejanggalan terhadap Proyek Pintu Air Parit 10 Desa Tungkal I Kabupaten Tanjabbar senilai Rp 4 miliar akhirnya terjawab. Hasil Audit Tata