Belum Selesai, Proyek dari Bank Dunia Ini Malah Disorot


Rabu, 19 Oktober 2016 - 20:15:20 WIB - Dibaca: 4334 kali

Contoh Papan Merk dari Proyek NUSP di Lokasi Lain di Kualatungkal.(Herjulian/IT) / HALOSUMATERA.COM

KUALATUNGKAL – Unik, belum rampung dikerjakan, proyek drainase yang dilaksanakan oleh PT Krakatau Bumi Kalasan kian gencar disorot.

Pasalnya pekerjaan yang bersumber dari pinjaman Asian Develpment Bank (ADB) dari kegiatan Neighborhood Upgrading and Shelter Project (NUSP) fase 2 ini dinilai tidak transparan.

Sorotan ini dilontarkan Anand Viqriza, salah satu tokoh pemuda Tanjab Barat. Dirinya menilai, megaproyek ini terkesan tidak memiliki pola dalam pekerjaannya.

"Bisa kita lihat pekerjaan yang ada, belum selesai di jalan ini, dibobok lagi di lokasi lainnya, bahkan bahan material pekerjaan berserakan dimana-mana. Sehingga hal ini mengganggu aktivitas di jalan raya. Belum lagi debu serta lumpur kotor yang bergelimpangan di sekitar rumah warga yang kena dampak dari pekerjaan ini," paparnya saat ditemui infotanjab.com, Rabu (19/10).

Selain itu dirinya juga menyayangkan, tidak ada data secara detail berapa volume dari pekerjaan drainase ini.  Menurut Anand, di beberapa lokasi yang mendapatkan bantuan pekerjaan dari pinjaman ADB ini selalu mencantumkan volume pekerjaan serta nominal dari pekerjaan tersebut.

"Bisa kita lihat pekerjaan untuk di Kelurahan Sriwijaya yang sumber dananya sama. Ada 4 lokasi di 4 Rt yang berbeda, semua mencantumkan volume pekerjaan, serta nilai dananya. Kenapa drainase ini tidak ada dicantumkan oleh pihak pelaksana," tutur Anand.

Dirinya juga mempertanyakan kualitas adukan semen coran yang dikerjakan oleh pihak pelaksana.

"Kualitas adukan semen ini masuk kategori apa? Apakah K-125 atau K-250, tolong dijelaskan kepada masyarakat. Sehingga nantinya kualitas pekerjaan yang dihasilkan tidak sia-sia, apalagi kondisinya coran selalu tergenang air. Sementara baru dalam waktu 3 hari selesai pengecoran papan mal sudah dicabut," sambung pria yang akrab disapa Aan Botak ini.

Meskipun dirinya kritis dalam menyikapi pekerjaan yang ada, namun dirinya mengaku sangat senang dengan adanya bantuan dari pinjaman ADB ini. Terlebih saat Tanjab Barat mengalami defisit anggaran, sehingga beberapa program khususnya untuk pembangunan infrastruktur bisa terbantu.

Hanya saja, dirinya tidak ingin alokasi dana dari ADB ini dikerjakan asal-asalan, sehingga dampaknya kelak akan berpengaruh bagi daerah.

"Ya kalau kerjanya asal-asalan bagaimana pihak luar bisa terima, takutnya nanti daerah kita dicap oleh pihak luar, selalu mengerjakan proyek dengan asal-asalan saja. Kedepannya kitapun bakal kesulitan untuk mendapatkan bantuan dari pihak luar,” ujar Anand.(*)

Penulis : Herjulian




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Wabup Katamso Pimpin Upacara Hardiknas 2026

TANJAB BARAT – Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Pendidikan Nasional

Advertorial

Bupati Anwar Sadat Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Teluk Nilau

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., didampingi Ketua TP PKK Kabupaten, Hj. Fadhilah Sadat, S.H., kembali meninjau lokasi k

Advertorial

Wabup Katamso Dampingi Tim Verifikasi Kementerian Kehutanan di Mangrove Pangkal Babu

TANJAB BARAT – Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso SA, S.E., M.E., mendampingi Tim Verifikasi dan Asistensi Kementerian Kehutanan Republik Indon

Advertorial

Bupati Anwar Sadat Serahkan 71 Sertifikat Tanah Konsolidasi untuk Warga Teluk Nilau

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., menyerahkan sebanyak 71 sertifikat tanah hasil konsolidasi kepada masyarakat Kelurahan

Advertorial

Bupati Tanjabbar Pantau Langsung TKA 2026 Tingkat SMP, Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan

TANJAB BARAT – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat resmi memulai pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 bagi siswa tingkat Sekolah Menengah

Advertorial


Advertisement