Ini Rupanya Alasan Anggota Dewan Sorot Penimbunan Gedung Balai Adat


Kamis, 13 Juli 2017 - 13:29:33 WIB - Dibaca: 1864 kali

Penimbunan Gedung Ballai Adat Mendapat Kritikan dari Anggota Komisi III DPRD Tanjabbar.(It) / HALOSUMATERA.COM

KUALATUNGKAL- Proyek Penimbunan halaman Gedung Balai Adat dikritisi dewan. Disamping tidak transparannya sumber dana proyek tersebut, pekerjaan di lapangan tampak amburadul. Dewan menginginkan agar rekanan membersihkan tanah yang menumpuk di jalan.

Penegasan ini disampaikan Anggota Komisi IiI H Saifuddin Marzuki kepada awak media belum lama ini.

Pria yang sudah 18 tahun menjabat anggota dewan ini menuding anggaran yang digunakan untuk penimbunan halaman balai adat sebagai dana siluman.

"Memang pembangunan proyek itu kelazimannya, bahwasanya suatu proyek itu apabila dalam pembangunannya diwajibkan memasang dan mengunakan plang merek. Hal ini agar bisa mengetahui di unit mana yang menanggung proyek tersebut, apakah di unit cipta karya atau bina marga," ujar Saifuddin.

Dirinya menyebutkan, merupakan suatu pelanggaran apabila pengerjaan suatu proyek tanpa dipasang plang merek.

"Saya melihat dari proyek pengerjaannya penumpukan tanahnya di jalan, apabila waktu hujan turun coba lihat. Saya kira itu tidak profesional sama sekali," ujar dia.

Dirinya meminta kepada pelaksana di lapangan untuk membersihkan tanah yang saat ini sudah menjadi lumpur di jalan, khawatir membahayakan pengguna jalan.

"Itu dampaknya banyak, dan juga kita mau lihat sumber dananya dari mana. Apakah Swakelola atau pekerjaan proyek, kita mau minta penjelasan khususnya kepada dinas PU." Jelasnya.

Dia menambahkan, dewan akan tetap mengawasi dan mempertanyakan berapa anggaran dari proyek tersebut.

"Saat ini masyarakat meminta supaya kita transparan tidak perlu sembunyi-sembunyi. Kalau proyek tanpa ada plang merek, itu sudah jelas proyek siluman," ungkapnya.

Kata Saifuddin, sebelumnya pihak dewan sudah pernah memanggil pihak terkait (Dinas PU) terkait air bersih, namun tidak pernah datang.

"Kepala dinas Andik Nuzul tidak pernah hadir sewaktu dipanggil, dengan alasan tidak jelas. Begitu juga dengan kabid bina marga (Apri Dasman-red) paling susah kalau dewan ingin memanggilnya untuk datang dengan alasan yang sama," tegasnya.

Terkait hal ini, selaku anggota dewan komisi III, dia sudah melaporkan kepada ketua komisi III (Hamdani). Saifuddin sangat mengeluh, karena mitra kerja Komisi III seperti Dinas PU sulit diundang saat hearing.

"Kita harus tegas, apabila tiga kali kita panggil tidak datang. Kita bisa layangkan pemanggilan secara paksa," tegas pria yang menjabat sabagai ketua BK ini.(*)

Penulis : Cr -02
Editor    : Andri Damanik




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Presisi Merdeka Balap Pompong Semarakkan HUT ke-81 RI dan Hari Jadi ke-61 Tanjab Barat

TANJAB BARAT – Polres Tanjung Jabung Barat selaku penyelenggara utama berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan sejumlah pihak penduk

Advertorial

Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kuala Indah, Bupati Anwar: Hentikan Pembakaran Lahan

TANJAB BARAT – Menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab langsung terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs.

Advertorial

Tutup Turnamen Berkah Madani Cup II, Ini Pesan Bupati Tanjabbar

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., secara resmi menutup Turnamen Bulutangkis Berkah Madani Cup II PBSI Tanjung Jabung Bar

Advertorial

Sambut HUT RI ke-81, Ditintelkam Polda Jambi Bagi-bagi Ribuan Bendera Merah Putih

JAMBI - Menjelang HUT Kemerdekaan RI ke- 81 Tahun 2026, Ditintelkam Polda Jambi bersama jajaran Ditlantas, Polresta Jambi membagikan bendera merah putih kepada

Berita Daerah

Tokoh Muda NU Batanghari Resmi Pegang Kendali PWNU Jambi sebagai Ketua Tanfiziah Sementara

JAMBI - Pasca dibekukannya kepengurusan PWNU Jambi hasil konferwil tahun 2025 oleh Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) pada 30 Juli 2026, PBNU sekaligus menun

Berita Daerah


Advertisement