Jalan Penghubung 3 Desa Rusak Parah, Dewan Minta Perusahaan Salurkan CSR


Selasa, 14 Maret 2017 - 12:22:11 WIB - Dibaca: 1673 kali

Jalan Penghubung Tiga Desa di Kecamatan Batang Asam Memprihatinkan.(IT) / HALOSUMATERA.COM

BATANG ASAM - Jalan penghubung di tiga desa yakni Desa Tanjung Bojo, Lubuk Bernai dan Desa Lubuk Lawas di Kecamatan Batang Asam Kabupaten Tanjung Jabung Barat memprihatinkan. Pantauan di lapangan, kondisi jalan berlumpur, menyulitkan kendaraan melintas.

Selain berlumpur, kondisi jalan yang menjadi urat nadi 3 Desa ini terlihat seperti kubangan kerbau, hal ini diakibatkan oleh banyaknya mobil pengangkut sawit milik perusahaan yang melintasi jalan warga, terutama saat musim penghujan saat ini.

Titik kerusakan jalan penghubung sepanjang 20 Kilometer ini nyaris tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat, kondisi jalan yang becek kerap membuat kendaraan terpuruk.

"Kerusakan jalan ini cukup parah dan sangat menghambat," kata Andi, salah seorang warga yang tengah melintas wartawan, Selasa (14/3).

Jika ini tidak segera diperbaiki maka kerusakan jalan dikhawatirkan akan semakin parah dan tidak menutup kemungkinan akan memutus perekonomian masyarakat.

"Jadi kalau bisa pemerintah bisa memperbaiki jalan ini secepatnya, kasihan masyarakatnya," ujarnya.

Sementara itu, Zulpahmi Kades Lubuk Bernai mengaku sangat kecewa terhadap sikap empat perusahaan sawit yang kendaraannya melintasi jalan tersebut. Diantaranya PT PSJ (Makin Group), PT Kautsar, PT DAS dan PT RHM. Mobil bertonase keempat perusahaan ini kerap melintasi jalan warga, tanpa mau memperbaikinya.

“Setiap hari mobil sawit milik perusahaan melintasi jalan ini, warga sebenarnya tidak banyak menuntut, cuma minta keempat perusahaan tersebut salurkan dana CSRnya untuk memperbaiki jalan,” jelas Fahmi

Terpisah, Anggota DPRD Tanjung Jabung Barat, Adam membenarkan kerusakan jalan yang berkedudukan di Kecamatan Batang Asam tersebut.

"Iya benar, saya juga sudah melakukan kroscek ke lokasi dan kondisi kerusakan jalan sudah teramat parah, kondisi ini begitu sangat mengganggu aktivitas warga," ulasnya.

Politisi PAN ini mendesak setiap perusahaan untuk bertanggung jawab dengan kerusakan jalan yang mereka perbuat, bukan hanya membuat kerusakan jalan dan tutup mata saja.

“Iya kita minta kepada Bappeda agar mengintruksikan ke setiap perusahaan agar aktif menyalurkan CSR, terutama untuk perbaikan jalan. Penyaluran CSR juga harus transparan supaya masyarakat tahu, penyaluran juga harus dilakukan dimana perusahaan tersebut berdomisi,"tambah Adam.(*)

Penulis : Eko

Editor : Andri Damanik




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Posisi Polri Dibawah Presiden Sudah Sesuai Dengan Struktur Pemerintahan Indonesia

Oleh : Dr. Nuraida Fitri Habi, S.Ag, M.Ag - Dosen Fakultas Syariah UIN Jambi Polri (Kepolisian Negara Republik Indonesia) adalah lembaga negara yang bertanggun

Opini

Pastikan Keamanan Ibadah, Polres Tanjab Barat Kawal Pesta Perak 25 Tahun HKBP Simpang Rambutan

TANJAB BARAT – Jajaran Polres Tanjung Jabung Barat melaksanakan pengamanan ketat pada kegiatan Perayaan Pesta Perak 25 Tahun Gereja Huria Kristen Batak Protes

Advertorial

Kapolda Jambi Dianugerahi Gelar Adat Adipati Utamo Siginjai Sakti

JAMBI - Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar menerima penganugerahan gelar adat Melayu Jambi, di Balairungsari LAM Jambi, Rabu 21 Januari 2026. Penyematan G

Berita Daerah

Polda Jambi Kerahkan 123 Personel Gabungan, Evakuasi Korban Tertimbun Longsor di Sarolangun

SAROLANGUN - Kecelakaan kerja kembali terjadi, sebuah insiden longsor menimpa sejumlah warga di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sar

Berita Daerah

SN Simpan Narkoba dalam Kotak Rokok, Kini Diamankan di Polres Tanjabbar

KUALA TUNGKAL – Polres Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Satuan Reserse Narkoba (Satresna

Hukum & Kriminal


Advertisement