Jembatan Sei Landak, Ahmad Jahfar : Dulu Saya yang Dorong dan Usulkan


Kamis, 29 Oktober 2020 - WIB - Dibaca: 1006 kali

Jembatan Sei Landak di Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjabbar Provinsi Jambi, Terhenti Pembangunannya.(*/HS) / HALOSUMATERA.COM

TANJABBAR (HS) - Jembatan beton yang tertunda pembangunannya di Desa Sei Landak, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjabbar, dibangun menyesuaikan kondisi Medan. Jembatan sengaja dibangun tinggi, karena berada di wilayah rawa.

Hal ini dikatakan Wakil Ketua DPRD Ahmad Jahfar kepada halosumatera.co, Kamis (29/10/20).

Menurut politisi Partai Golkar ini, perencanaan jembatan ini sudah benar. Hanya saja oprit dan penimbunan jalan belum dikerjakan.

"Jembatan itu bukan salah perencanaan. Perencanaan sudah benar hanya tidak selesai karena oprit dan penimbunan jalan belum juga dikerjakan. Jika badan jalan sudah ditimbun maka jembatan jadi tidak tinggi. Kita ini wilayah rawa. Kalau tak dibuat tinggi dan ditimbun maka akan tenggelam di lantak air pasang," kata Jahfar melalui pesan WhatsApp.

Jahfar mengaku, dirinya terlibat dalam pengusulan pembangunan jembatan yang menghubungkan Provinsi Riau ini.

"Ke PU provinsi. Ketika itu Arfan. Belum selesai keburu ditangkap KPK. Lalu sampai sekarang tak dikerjakan dan diselesaikan," ujarnya.

Jahfar juga membandingkan Jembatan Sei Landak ini dengan jembatan Parit VII. Sebelum selesai diprotes lantaran ketinggian. "Dulu dibilang ketinggian, setelah badan jalan ditimbun kan jadi pas," katanya.

Jahfar berharap, jembatan ini bisa diselesaikan, agar akses jalan ke Riau bisa segera diselesaikan. Terkait jembatan darurat yang dibuat warga, Jahfar menyatakan jembatan itu memang sudah ada dari dulu untuk dilewati warga.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jambi Faisal Riza ST MM, mengaku telah turun ke lokasi bersama Dinas PUPR Jambi. Dia membenarkan jika jembatan ini dibangun pada 2017 dan terhenti pembangunannya.

Terkait jembatan mangkrak ini, Komisi III sudah membahasnya dan diupayakan untuk dilanjutkan pada anggaran tahun berikutnya. Diperkirakan anggaran lanjutan sebesar Rp 2 miliar untuk perkerasan dan oprit jembatan tersebut, dari Simpang Desa Sei Landak.

"Masalah ini sudah kami bahas di komisi 3 dan akan segera dilanjutkan. Sekarang belum final masih dalam pembahasan untuk anggaran 2021," ujarnya.(*/dir/nik)




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Tinjau Pekerjaan Jalur 2 Merlung, Bupati Minta Camat dan Warga Awasi Kendaraan Melebihi Tonase

TANJAB BARAT - Bupati Tanjab Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., meninjau pekerjaan peningkatan jalan jalur dua Merlung, Jumat 12 Juni 2026. Sebelumya, jalur ini

Advertorial

Bupati Anwar Sadat Sampaikan Nota Pengantar Ranperda Pertanggungjawaban Apbd 2025

TANJAB BARAT - Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., didampingi Wakil Bupati Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., menghadiri Rapat Paripurna Perta

Advertorial

1 Muharram 1448 H, Bupati Anwar Sadat Hadiri Haflah Tasyakur Al Baqiyatush Shalihat

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hj. Fadhilah Sadat,

Advertorial

Diduga Catut Organisasi JMSI untuk Peras Yayasan PKBM di Sarolangun

Jambi – Pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Jambi menyampaikan adanya pihak yang mengaku sebagai pengurus/anggota JMSI dan diduga melakuka

Berita Daerah

Workshop Kuliner Sawit di Jambi, Inovasi Bolu Sawit Iin Arlina Siap Menginspirasi UMKM

JAMBI– Kelapa sawit selama ini identik dengan minyak goreng. Namun, di tangan seorang inovator asal Kabupaten Muaro Bungo, komoditas andalan Indonesia itu men

Berita Daerah


Advertisement