Merugi Rp 45 Juta, Tersangkut Tiang Pancang di Sekitar Pelabuhan Marina


Rabu, 27 April 2016 - 17:00:58 WIB - Dibaca: 2322 kali

Tiang Pancang Eks Tambatan Ponton di Depan Pelabuhan LASDP Ganggu Lalulintas Angkutan Sungai.(IT) / HALOSUMATERA.COM

KUALATUNGKAL - H Nurung, Pengusaha Kapal Penumpang Rute Tungkal - Batam mengaku rugi Rp 45 juta, lantaran harus memperbaiki kipas, body kapal dan 
Gearbox. Pasalnya, KM Kurnia miliknya tersangkut tiang pancang, eks tambatan ponton yang dipakai saat pekerjaan WFC tahun lalu.

"Kejadiannya sekitar seminggu yang lalu. Tiang pancang itu nyangkut ke kapal, karena air sedang surut," kata H Nurung.

Dia mengaku sudah melapor ke KPLP, namun tidak ditindaklanjuti. Dia disarankan untuk melaporkan ke Dinas PU Tanjabbar ataupun ke LASDP Tanjabbar.

Disamping itu, ada juga tiang pancang yang belum dicabut persis di depan Pelabuhan LASDP Kualatungkal. Saat air surut, tiang pancang tersebut kerab sangkut ke kipas speedboat yang sering melintas di sekitar pelabuhan LASDP maupun jembatan WFC.

Kepala UPTD LASDP Tanjabbar N Manalu mengatakan, dua titik tiang pancang tersebut merupakan sisa pembangunan WFC tahun lalu, dipakai untuk menambatkan ponton.

"Kita sudah sampaikan ke rekanan maupun Dinas PU, supaya dicabut karena mengganggu lalulintas angkutan sungai, namun sekarang belum ditindaklanjuti," kata N Manalu.

Manalu juga membenarkan, saat air sungai surut, tak sedikit speedboat yang tersangkut, terutama merusak kipas speedboat.

"Jika memang ada itikad untuk mencabut tiang pancang itu, bagusnya pada bulan-bulan ini, karena lagi musim surut mati," kata Mnalu menambahkan.

Disamping tiang pancang eks tambatan ponton, tangga Dermaga T milik LASDP yang dibangun dua tahun lalu tampak retak, tersenggol pontong yang mengangkut material pembangunan WFC tahun lalu.

Terkait hal ini, Rekanan Pembangunan WFC, Kenny Wijaya mengatakan akan segera mengecek ke lokasi. Kata dia, untuk mencabut tiang pancang tersebut tidak memungkinkan karena telah tertanam lama, paling tidak dilakukan pemotongan.

"Nanti akan kita cek dulu ke lapangan," ujar dia, Rabu (27/4).(*)

Editor : Andri Damanik




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Sekolah Jadi Sorotan Jelang Eksekusi, Mahmud: Kami Siap Hibahkan Tanah untuk Pendidikan

BATANGHARI – Polemik rencana eksekusi lahan sekitar 1.300 hektare di Kabupaten Batanghari kembali memanas. Kali ini, perhatian publik tertuju pada beredar

Hukum & Kriminal

Bupati Anwar Sadat Dorong Percepatan Pembangunan Jaringan Listrik di Kawasan Hutan Produksi

JAMBI – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., menghadiri rapat pembahasan Rencana Pembangunan Jaringan Listrik Desa di wilayah Kabupaten Ta

Advertorial

Bupati Anwar Sadat Tekankan Kepatuhan Pajak Desa untuk Wujudkan Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel

TANJAB BARAT – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan tata kelola keuangan desa yang transparan, akuntabel, dan

Advertorial

Bupati Anwar Sadat Ajak Masyarakat Jaga Sungai dan Kelestarian Ekosistem

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., meresmikan Lubuk Larangan di Desa Lubuk Bernai, Kecamatan Batang Asam, sebagai upaya m

Advertorial

Gerak Cepat, Bupati Anwar Sadat Tinjau Karhutla di Bram Itam

TANJAB BARAT — Menunjukkan respons cepat terhadap kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., langs

Advertorial


Advertisement