MUI Minta Pemkab Berantas Prostitusi, Ini Kata Bupati Tanjabbar


Rabu, 15 Juni 2016 - 13:03:31 WIB - Dibaca: 2027 kali

Bupati Tanjabbar Dr Ir H Safrial saat Diwawancarai Wartawan. (Romi/IT) / HALOSUMATERA.COM

KUALATUNGKAL – Jumlah Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kabupaten Tanjabbar tinggi. Disinyalir, praktik prostitusi baik di lokalisasi maupun secara terselubung menjadi penyebab penyebaran penyakit yang menyerang kekebalan tubuh ini.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tanjabbar bahkan dengan lantang menyerukan agar praktik prostitusi bisa diberantas. Pemerintah Kabupaten Tanjungjabung Barat dalam hal ini mengaku sudah melakukan upaya untuk memberantas prostitusi di Bumi Serengkuh Dayung Serentak ke Tujuan itu. Namun sepertinya praktik prostitusi di Tanjab barat masih saja terjadi baik secara terang - terangan maupun terselubung.

Bupati Tanjungjabung Barat Safrial mengaku masih sulit untuk membasmi praktik prostitusi yang ada di Tanjabbar. Dirinya telah memanggil instansi terkait untuk membahas permasalahan ini agar praktik prostitusi bisa dihilangkan dari Tanjabbar yang terkenal dengan nuansa agamais.

“Sebetulnya saya sudah panggil semua yang berkompeten dalam hal ini ketika ketua MUI menemui saya, tapi itulah kenyataannya, ya mau gimana lagi,” kata Bupati.

Safrial mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pencegahan. Meskipun sulit, namun dirinya optimis bisa memberantas prostitusi seperti yang dilakukan daerah lainnya. Kata Bupati,  tentu saja dibutuhkan dukungan dari semua pihak agar semua ini bisa terealisasi.

“Ya kenapa tidak, kalau orang bisa kenapa kita tidak bisa. Cuma itu tadi, kita harus didukung oleh personil dan pejabat -  pejabat yang memang mau berlari bersama - sama,” bebernya.

Safrial mengungkapkan bahwa selama ini pihaknya telah banyak menerima pengaduan dari masyarakat tentang lokasi Pedestrian Water Front City (WFC) yang kerap dijadikan ajang mesum oleh muda-mudi. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Safrial berwacana akan menempatkan Satpol PP dengan membuat pos penjagaan Di WFC.

“Termasuk di Water front city yang dikeluhkan orang, saya akan panggil Sekda untuk membicarkan hal ini, kedepan di WFC akan ditempatkan Pol pp dan membuat pos jaga, itu ide baik,”jelasnya.

Saat ditanya apakah kedepan Pemkab Tanjab Barat  akan membuat perda prostitusi seperti yang diberlakukan di Kota Jambi? Safrial menjawab pikir-pikir karena masih melihat perkembangan.

“Kita lihat perkembangannya, walaupun tidak Perda kalau bisa kita bubarkan kenapa tidak, tapi sekali lagi itu harus didukung oleh semua komponen, semua komponen harus sadar bahwa itu penyakit masyarakat,” pungkasnya.(*)

Penulis : Romi

Editor   : Andri Damanik




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Presisi Merdeka Balap Pompong Semarakkan HUT ke-81 RI dan Hari Jadi ke-61 Tanjab Barat

TANJAB BARAT – Polres Tanjung Jabung Barat selaku penyelenggara utama berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan sejumlah pihak penduk

Advertorial

Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kuala Indah, Bupati Anwar: Hentikan Pembakaran Lahan

TANJAB BARAT – Menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab langsung terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs.

Advertorial

Tutup Turnamen Berkah Madani Cup II, Ini Pesan Bupati Tanjabbar

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., secara resmi menutup Turnamen Bulutangkis Berkah Madani Cup II PBSI Tanjung Jabung Bar

Advertorial

Sambut HUT RI ke-81, Ditintelkam Polda Jambi Bagi-bagi Ribuan Bendera Merah Putih

JAMBI - Menjelang HUT Kemerdekaan RI ke- 81 Tahun 2026, Ditintelkam Polda Jambi bersama jajaran Ditlantas, Polresta Jambi membagikan bendera merah putih kepada

Berita Daerah

Tokoh Muda NU Batanghari Resmi Pegang Kendali PWNU Jambi sebagai Ketua Tanfiziah Sementara

JAMBI - Pasca dibekukannya kepengurusan PWNU Jambi hasil konferwil tahun 2025 oleh Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) pada 30 Juli 2026, PBNU sekaligus menun

Berita Daerah


Advertisement