Pedagang Pasar Bedug Jualan di Jalan Melati, Bayar Rp 130 ribu per Lapak


Senin, 06 Juni 2016 - 16:40:41 WIB - Dibaca: 2434 kali

Pedagang Pasar Bedug Sepakat untuk Berjualan di Jalan Melati.(IT) / HALOSUMATERA.COM

KUALATUNGKAL – Pasar Bedug mendadak pindah ke Jalan Melati. Meski tak bertenda, para pedagang makanan yang menjajakan santapan berbuka puasa tetap semangat. Hari pertama mereka berjualan, tanpa ada peresmian dari Pemkab Tanjabbar.

Sebelumnya, berdasarkan hasil rapat dengan Panitia Amaliah Ramadhan, lokasi Pasar Bedug dan Pasar Obral dipusatkan di Jembatan Anjungan Marina atau lebih dikenal Water Front City (WFC). Hujan deras dan angin kencang yang terjadi dua hari lalu, merobohkan tenda-tenda pasar bedug yang telah disiapkan Pemkab.

Pedagang pasar bedug akhirnya berinisiatif untuk berjualan di lokasi lama, yakni di Jalan Melati, disamping memang lokasinya cukup strategis.

“Bagaimana mau jualan di WFC, tendanya juga roboh dan sebagian masuk ke sungai,” kata Makni, salah satu pedagang kue di Jalan Melati.

Makni mengaku lebih nyaman berjualan di Jalan Melati, meski tenda belum terpasang. Dia menyewa dua lapak, dengan tarif sewa per lapak Rp 130 ribu.

“Saya pakai dua meja, per lapak biayanya sama seperti tahun kemarin, Rp 130 ribu,” kata Makni.

Ida, pedagang lainnya juga merasa nyaman berjualan di Jalan Melati ketimbang di WFC. “Lebih enak di sini saja, kita di sana jauh dari pasar, dan angin kencang,” ungkap Ida.

Sementara itu, Kepala Kantor Pengelolaan Pasar Kebersihan dan Tata Bangunan Nasroel Effendi membenarkan, lokasi pasar bedug pindah ke Jalan Melati. Sementara ini belum dilakukan peresmian oleh Bupati, lantaran tenda belum terpasang.

“Karena mendadak, jadi tenda akan kita pasang secara bertahap. Perlu waktu tiga hari masang tenda tersebut. Di WFC, sebagian tenda masuk ke sungai karena tertiup angin dua hari lalu,” kata Nasroel.

Tragedi robohnya  tenda pasar di WFC, pihaknya berinisiatif mengarahkan pedagang untuk berjualan ke Jalan Melati.

“Memang permintaan pedagang juga, ingin berjualan di Jalan Melati,” jelasnya.

Soal ini, kata Nasroel, telah dilaporkan ke Bupati melalui Asisten Ekbang, bahwa ada perpindahan lokasi pasar bedug. Sejauh ini, dia masih mendata berapa banyak pedagang yang berjualan di Jalan Melati.(*)

Editor : Andri Damanik




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Posisi Polri Dibawah Presiden Sudah Sesuai Dengan Struktur Pemerintahan Indonesia

Oleh : Dr. Nuraida Fitri Habi, S.Ag, M.Ag - Dosen Fakultas Syariah UIN Jambi Polri (Kepolisian Negara Republik Indonesia) adalah lembaga negara yang bertanggun

Opini

Pastikan Keamanan Ibadah, Polres Tanjab Barat Kawal Pesta Perak 25 Tahun HKBP Simpang Rambutan

TANJAB BARAT – Jajaran Polres Tanjung Jabung Barat melaksanakan pengamanan ketat pada kegiatan Perayaan Pesta Perak 25 Tahun Gereja Huria Kristen Batak Protes

Advertorial

Kapolda Jambi Dianugerahi Gelar Adat Adipati Utamo Siginjai Sakti

JAMBI - Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar menerima penganugerahan gelar adat Melayu Jambi, di Balairungsari LAM Jambi, Rabu 21 Januari 2026. Penyematan G

Berita Daerah

Polda Jambi Kerahkan 123 Personel Gabungan, Evakuasi Korban Tertimbun Longsor di Sarolangun

SAROLANGUN - Kecelakaan kerja kembali terjadi, sebuah insiden longsor menimpa sejumlah warga di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sar

Berita Daerah

SN Simpan Narkoba dalam Kotak Rokok, Kini Diamankan di Polres Tanjabbar

KUALA TUNGKAL – Polres Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Satuan Reserse Narkoba (Satresna

Hukum & Kriminal


Advertisement