Pedagang Setuju Pembangunan Rigit Beton, Tapi Ogah Pindah ke Lokasi Baru


Sabtu, 28 April 2018 - 12:48:44 WIB - Dibaca: 1600 kali

Pasar Parit Satu Terlihat Macet dan Becek. Tahun Ini Pemkab Tanjabbar Berencana Meningkatkan dan Melebarkan Jalan Ini Agar Tidak Kumuh.(IT) / HALOSUMATERA.COM

KUALATUNGKAL – Ibarat sibuah malakama, Pemerintah Kabupaten Tanjabbar harus bertindak tepat dan bijak. Satu sisi harus meningkatkan infrastruktur jalan, sisi lainnya pedagang merasa dirugikan jika harus direlokasi ke pasar yang baru.

“Kami minta waktu sampai habis lebaran untuk memutuskan untuk pindah atau tidak,” ujar salah seorang pedagang Pasar Parit Satu, Sariyani ditemui infotanjab.com, Sabtu pagi.

Banyak hal yang menjadi pertimbangan pedagang, mulai dari sarana yang belum memadai di lokasi yang baru, pedagang juga masih terikat sewa kontrak lapak dengan pemilik rumah.

Data yang diperoleh infotanjab.com di lapangan, setidaknya ada 113 pedagang yang berjualan di Pasar Parit Satu. Mulai berdagang sayuran, ikan dan pecah belah.

Pedagang yang menyewa lapak bervariasi, untuk sewa bulanan rata-rata per pedagang membayar Rp 600 ribu. Sementara yang membayar sewa tahunan, berkisar Rp 6 juta.

Pedagang yang berjualan di pasar dadakan ini, dulunya berjualan di pasar induk Tanggorajo Ilir. Lantaran insiden kebakaran, mereka mencari lokasi yang strategis. Yang mempunyai rumah di Pasar Parit Satu, juga berkesempatan membuka usaha di jalan sempit itu.

Menanggapi hal ini, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tanjabbar, Syamsul Jauhari, menegaskan, jika Pasar Parit Satu bukanlah diperuntukkan untuk pasar. Jalan Parit Satu itu berubah fungsi menjadi pasar dadakan sehingga jalan menjadi rusak dan kumuh.

Kata Syamsul, dipihak lain, banyak juga warga yang mengeluh saat melintas, lantaran sering macet dan berlubang.

“Pemerintah mau membangun jalan tersebut, semestinya warga yang berada di jalan tersebut harus mendukung program pemerintah agar lancar dan mulus seperti semula lagi fungsinya,” kata Syamsul.

Sementara ini, beberapa kali rapat bersama pedagang, belum dihasilkan kesepakatan. Seperti yang dituturkan Suherman, pedagang lainya. Dia bersikeras untuk tidak pindah dari lokasi tersebut. Menurutnya, lokasi pasar depan UNJA tidak layak untuk ditempati.

Meski lapak yang dia gunakan merupakan milik keluarga, Suherman mengaku membayar sewa tempat di areal pasar tersebut.

“Rata-rata sewa lapak disini. Malah harapan kami, jika memang jalan ini ditingkatkan, lebarnya jangan sampai 8,5 meter termasuk drainase, karena akan terkena tanah warga. Terus bagaimana ganti ruginya. Kami minta volume sebagian diarahkan ke ujung. Kalau untuk pindah, mungkin saya tidak setuju,” timpal dia, kepada infotanjab.com, Sabtu pagi.

Untuk diketahui, tahun ini Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Tanjabbar mengalokasikan peningkatan Jalan Pahlawan (Pasar Parit I) hingga ke arah SD Nasional dengan pagu Rp 2 Miliar. Rencananya, jalan ini ditingkatkan menjadi rigit beton dengna lebar 8,5 meter termasuk drainase di kanan kiri jalan.(*)

Editor : Andri Damanik

Baca Juga : Pedagang Parit Satu Belum Setuju Direlokasi dekat UNJA




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Presisi Merdeka Balap Pompong Semarakkan HUT ke-81 RI dan Hari Jadi ke-61 Tanjab Barat

TANJAB BARAT – Polres Tanjung Jabung Barat selaku penyelenggara utama berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan sejumlah pihak penduk

Advertorial

Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kuala Indah, Bupati Anwar: Hentikan Pembakaran Lahan

TANJAB BARAT – Menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab langsung terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs.

Advertorial

Tutup Turnamen Berkah Madani Cup II, Ini Pesan Bupati Tanjabbar

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., secara resmi menutup Turnamen Bulutangkis Berkah Madani Cup II PBSI Tanjung Jabung Bar

Advertorial

Sambut HUT RI ke-81, Ditintelkam Polda Jambi Bagi-bagi Ribuan Bendera Merah Putih

JAMBI - Menjelang HUT Kemerdekaan RI ke- 81 Tahun 2026, Ditintelkam Polda Jambi bersama jajaran Ditlantas, Polresta Jambi membagikan bendera merah putih kepada

Berita Daerah

Tokoh Muda NU Batanghari Resmi Pegang Kendali PWNU Jambi sebagai Ketua Tanfiziah Sementara

JAMBI - Pasca dibekukannya kepengurusan PWNU Jambi hasil konferwil tahun 2025 oleh Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) pada 30 Juli 2026, PBNU sekaligus menun

Berita Daerah


Advertisement