JAMBI – Pedagang di sekitar Jalan Sumantri Bojonegoro, Sipin Ujung, Kota Jambi menolak pemasangan Media Jalan yang dinilai merugikan pedagang. Disamping mempengaruhi omset pedagang, pemasangan median tidak disosialisasikan ke warga sekitar.
“Waktu pelebaran jalan dari Dinas PUPR Kota ada sosialisasi dan kami setuju. Dan waktu memang dari Dinas PUPR tidak ada pemasangan median, dan kami tidak mempermasalahkannya,” ujar Doni salah satu pemilik toko di Jalan Sumantri Bojonegoro Sipin Ujung.
Doni mengatakan, median tersebut dapat membuat usaha warga terganggu, tidak ada lagi penyeberang jalan. Pembeli akan jarang parkir di jalur tersebut.
“Fasilitas penyeberangan juga tidak ada. Median itu terlalu tinggi, sulit orang menyeberang. Toko jadi sepi,” Keluh Doni.

Dia menyebut bahwa sejumlah pedagang dan warga menolak pemasangan median yang sudah dilakukan dua hari terakhir. Ironinya tidak ada pemberitahuan maupun sosialisasi dari dinas terkait.
“Ya harusnya ada sosialisasi dulu. Apakah ini berdampak bagi pedagang dan warga sekitar. Orang mau nyeberang aja susah, mediannya terlalu tinggi,” ungkapnya.
Sementara itu, belum ada keterangan resmi dari Dinas Perhubungan Kota Jambi terkait pemasangan median jalan tersebut.(*/nik)
TANJAB BARAT - Robohnya jembatan Sungai Limau RT 05, Dusun Karya Baru, Desa Sungai Landak Kecamatan Senyerang Kabupaten Tanjabbar, Rabu (20/5/26) menimbulkan op
TANJABBAR - Ketua Komisi III DPRD Tanjabbar Albert Chaniago menyampaikan belasungkawa atas kejadian tertimpanya dua pekerja perbaikan jembatan yang sempat hanyu
TANJABBAR - Dua pekerja hanyut dan tenggelam setelah tertimpa material jembatan di Sungai Limau RT 05, Dusun Karya Baru, Desa Sungai Landak Kecamatan Senyerang
BATANG ANGKOLA – Ketua Parsadaan Rim Nitahi Haruaya Mardomu Bulung (HMB), Ahmad Kaslan Dalimunthe, Gelar Mangaraja Siombaon Parlindungan mendesak Aparat Pene
TANJAB BARAT – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) Tahun 2026 dengan penuh semangat kebersamaan antara p