KUALATUNGKAL – Polres Tanjabbar mencatat ada 23 kasus bencana alam yang terjadi di Kabupaten Tanjabbar, baik di wilayah ilir maupun ulu. Mulai dari musibah longsor, kebakaran hutan hingga tragedi kebakaran pemukiman warga.
Hal ini dipaparkan Kapolres Tanjab Barat AKBP Agus Sumartono usai Apel Satgas Siaga Bencana belum lama ini.
Di wilayah ilir, bencana yang sering melanda diantaranya banjir rob, kebakaran hutan, kebakaran rumah. Di wilayah Betara, didominasi kasus kebakaran hutan dan lahan.
“Wilayah Pengabuan, lebih didominasi kebakaran hutan dan pemukiman,” jelas Kapolres.
Mengatasi bencana ini, Kapolres berharap kepada seluruh tim penanggulangan bencana untuk melaksanakan tugas secara kompak dan ikhlas.
Terpisah, Ketua DPRD Tanjab Barat Faizal Riza menambahkan, pihaknya siap mendukung program antisipasi bencana di Tanjabbar, melalui proses pengesahan anggaran.
Faisal Riza mengatakan, dibutuhkan koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan pihak-pihak terkait.
"Kita siap mendukung. Kita siap menganggarkan, kita juga memperkuat penanggulangan bencana dan kebakaran. Kita harapkan kedepan cara penanggulangan bencana di daerah lebih efektif," singkatnya.(*/son)
Editor : Andri Damanik
Oleh : Dr. Nuraida Fitri Habi, S.Ag, M.Ag - Dosen Fakultas Syariah UIN Jambi Polri (Kepolisian Negara Republik Indonesia) adalah lembaga negara yang bertanggun
TANJAB BARAT – Jajaran Polres Tanjung Jabung Barat melaksanakan pengamanan ketat pada kegiatan Perayaan Pesta Perak 25 Tahun Gereja Huria Kristen Batak Protes
JAMBI - Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar menerima penganugerahan gelar adat Melayu Jambi, di Balairungsari LAM Jambi, Rabu 21 Januari 2026. Penyematan G
SAROLANGUN - Kecelakaan kerja kembali terjadi, sebuah insiden longsor menimpa sejumlah warga di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sar
KUALA TUNGKAL – Polres Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Satuan Reserse Narkoba (Satresna