KUALATUNGKAL - Program Desa Tangguh Bencana (Destana) diluncurkan hanya dua bulan lebih, Oktober hingga Desember 2017. Fantastis, program yang dimotori Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) ini menyedot dana Rp 650 juta.
Seyogianya, program ini berjalan selama enam bulan. Hanya saja, dana yang tersalur ke rekening Penanggungjawab Kegiatan di BPBD Tanjab Barat pada Oktober 2017. Mau tidak mau, program pusat ini dipaksakan berjalan.
Sempat terjadi penolakan oleh mantan Kepala Pelaksana BPBD Tanjab Barat Ir H Erwin pada saat itu, untuk tidak melaksanakan kegiatan ini. Hanya saja, Kabid kesiapsiagaan Sarana dan Prasarana BPBD Kabupaten Tanjab Barat selaku Penanggungjawab kegiatan yang ditunjuk tetap melaksanakannya.
Kepada Infotanjab.com, Ir Erwin mengatakan, dia memang tidak merekomendasikan pelaksanaan Destana, mengingat waktu yang singkat pada Oktober 2017 lalu. Disamping itu, dia belum mengetahui karakter dari bawahannya, apalagi dengan dana sebesar itu dikhawatirkan tidak teralokasi dengan baik.
"Bendahara juga orang baru, baru jadi bendahara. Saya belum tahu dengan kinerja bawahan, karena orang baru semua. Disamping itu, waktunya sangat mepet, karena pencairan dananya terlambat.Intinya rawan untuk dilaksanakan," jelas H Erwin yang saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Bupati ini kepada Infotanjab com, Senin malam.
Mengenai besaran dana, Erwin menyarankan Infotanjab.com menanyakan langsung kepada penanggungjawab kegiatan. "Harusnya DESTANA ini berjalan di Bulan Mei, namun dananya cair di Oktober, makanya sangat rawan untuk dilaksanakan," timpal H Erwin lagi.
Sementara itu Kabid Kesiapsiagaan Sarana dan Prasarana BPBD Tanjab Barat Idris, dihubungi Infotanjab.com, Senin malam (8/1) belum berhasil dikonfirmasi. Dihubungi via ponselnya melalui 082378037xxx tidak ada jawaban. Dilayangkan pesan singkat, tidak ada jawaban.
Informasi yang dihimpun Infotanjab.com, ada empat desa yang mendapat program Destana di Tanjab Barat, dua desa di Kecamatan Tungkal Ulu dan dua desa di Kecamatan Betara. Kegiatan program Destana ini diantaranya pembentukan Relawan, seminar dengan melibatkan narasumber dari Kepolisian, TNI dan Pemadam Kebakaran.
Program Desa Tangguh Bencana (Destana) bertujuan mendorong terwujudnya ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana yang lebih terarah, terencana, terpadu, dan terkoordinasi. Mendorong sinergi dan itegritas seluruh program yang ada di desa. Meningkatkan kemandirian masyarakat desa. Mendorong integrasi upaya – upaya pengurangan resiko bencana dalam pembangunan desa dan membentuk desa/kelurahan tangguh bencana yang dapat menjadi pilot project.(*)
Editor : Tim Redaksi
Oleh : Dr. Nuraida Fitri Habi, S.Ag, M.Ag - Dosen Fakultas Syariah UIN Jambi Polri (Kepolisian Negara Republik Indonesia) adalah lembaga negara yang bertanggun
TANJAB BARAT – Jajaran Polres Tanjung Jabung Barat melaksanakan pengamanan ketat pada kegiatan Perayaan Pesta Perak 25 Tahun Gereja Huria Kristen Batak Protes
JAMBI - Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar menerima penganugerahan gelar adat Melayu Jambi, di Balairungsari LAM Jambi, Rabu 21 Januari 2026. Penyematan G
SAROLANGUN - Kecelakaan kerja kembali terjadi, sebuah insiden longsor menimpa sejumlah warga di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sar
KUALA TUNGKAL – Polres Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Satuan Reserse Narkoba (Satresna