Si Haris Kembali ke Badang, Ngamuk-ngamuk dan Rusak Tanaman Warga


Selasa, 12 Juli 2016 - 16:24:13 WIB - Dibaca: 1639 kali

Ilustrasi/net / HALOSUMATERA.COM

TUNGKAL ULU - Seekor gajah liar kembali memporak-porandakan Kebun warga di Desa Badang Kecamatan Tungkal Ulu. Ternyata, gajah yang digelar dengan nama Haris ini sudah berkeliaran di Tungkal Ulu sejak Februari lalu.

Sejak Februari lalu, gajah ini telah empat kali merusak tanaman warga. Untung saja, hewan bertubuh besar ini tidak menyerang kw pemukiman warga.

Menurut Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Tanjabbar Ir H Erwin, gajah ini sempat menyerang warga saat dihalau oleh warga belum lama ini.

"Sebelumnya gajah tersebut telah dievakuasi ke Kabupaten Tebo tempat habitatnya, namun kini kembali muncul di Desa Badang sejak Februari lalu," kata Erwin.

Erwin menuturkan, hewan liar ini sempat dipakaikan Global Positioning System (GPS). Karena kian hari dia (Gajah) tumbuh besar, GPS yang dikenakan pada gajah tersebut lepas. Hal ini membuat Dishut kewalahan mengecek keberadaan gajah tersebut.

Menindaklanjuti hal ini, kata Erwin, pihaknya sudah menggelar rapat bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi, guna mengambil langkah-langkah pengamanan terhadap gajah tersebut.

"Bahkan Pak Bupati juga sudah mengirimkan surat ke Dirjen guna menangani hal ini," sebutnya.

Berapa luasan kebun warga yang dirusak Haris? Erwin belum bisa memastikan, masih dalam pendataan di lapangan. Erwin juga mengaku mendapat laporan dari warga, bahwa keberadaan gajah tersebut mulai meresahkan.

"Karena GPS pada gajah ini lepas, jadi kita sudah menyurati Dirjen Kementerian Kehutanan agar mereka bisa mengambil langkah-langkah percepatan pengembalian gajah ini ke habitatnya," beber H Erwin.

Hal senada juga dikatakan Dri Handoyo Kabid Pengamanan dan Perlindungan Hutan, Dinas Kehutanan Tanjab Barat. Pihaknya kesulitan dalam memindahkan gajah tersebut ke habitat asal, lantaran kekurangan fasilitas.

"Bukan semudah memindahkan buaya atau harimau. Paling tidak kita butuhkan truk dan alat-alat pendukung lainnya," sebutnya.

Selain itu kata Dri Handoyo, untuk habitatnya sendiri perlu dipikirkan kembali. Karena terbukti setelah dikembalikan ke habitatnya bersama kawanan gajah yang lain, Haris kembali lagi ke Tanjab Barat.

"Untuk itu rencananya akan dipindahkan ke Reki kawasan hutan yang ada di Kabupaten Batanghari,"terangnya.

Pemindahan habitat gajah, lanjut Dri, perlu persetujuan pihak terkait. "Gajah punya sifat kepekaan dan daya ingat tinggi, yang nantinya peristiwa seperti ini terulang kembali," kata Dri Handoyo.(*)

Penulis : Son

Editor    : Andri Damanik




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Presisi Merdeka Balap Pompong Semarakkan HUT ke-81 RI dan Hari Jadi ke-61 Tanjab Barat

TANJAB BARAT – Polres Tanjung Jabung Barat selaku penyelenggara utama berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan sejumlah pihak penduk

Advertorial

Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kuala Indah, Bupati Anwar: Hentikan Pembakaran Lahan

TANJAB BARAT – Menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab langsung terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs.

Advertorial

Tutup Turnamen Berkah Madani Cup II, Ini Pesan Bupati Tanjabbar

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., secara resmi menutup Turnamen Bulutangkis Berkah Madani Cup II PBSI Tanjung Jabung Bar

Advertorial

Sambut HUT RI ke-81, Ditintelkam Polda Jambi Bagi-bagi Ribuan Bendera Merah Putih

JAMBI - Menjelang HUT Kemerdekaan RI ke- 81 Tahun 2026, Ditintelkam Polda Jambi bersama jajaran Ditlantas, Polresta Jambi membagikan bendera merah putih kepada

Berita Daerah

Tokoh Muda NU Batanghari Resmi Pegang Kendali PWNU Jambi sebagai Ketua Tanfiziah Sementara

JAMBI - Pasca dibekukannya kepengurusan PWNU Jambi hasil konferwil tahun 2025 oleh Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) pada 30 Juli 2026, PBNU sekaligus menun

Berita Daerah


Advertisement