Titik Nol di Banda Aceh jadi Destinasi Wisata Baru


Rabu, 30 September 2020 - WIB - Dibaca: 1668 kali

Tugu Titik Nol Kilometer Banda Aceh Foto: Agus Setyadi/detikcom / HALOSUMATERA.COM

BANDA ACEH - Banda Aceh kini punya satu destinasi baru yang dapat dikunjungi bagi para wisatawan. Namanya Tugu Titik Nol Kilometer yang terletak di Kampung Jawa.

Di lokasi ini dibangun sebuah areal yang dapat dijadikan tempat bersantai atau sekadar berswafoto. Di sana, juga dibuat sebuah prasasti untuk menjelaskan asal usul Banda Aceh.

Isinya adalah "Nol kilometer Banda Aceh. Inilah tempat awal mulanya Kota Banda Aceh sejak didirikan oleh Sultan Johan Syah yaitu pada hari Jumat tanggal 1 Ramadhan 601 H bertepatan dengan 22 April 1205 M".

Wisatawan yang berkunjung ke sana dapat menikmati dua destinasi sekaligus. Hal itu karena lokasi titik nol Banda Aceh terletak hanya beberapa meter dari bibir Pantai Kampung Jawa.

Pembangunan lokasi nol kilometer tersebut dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh melalui usulan pokok pikiran (pokir) anggota DPR Aceh Teuku Irwan Djohan. Anggaran yang dihabiskan Rp 995 juta dari APBA 2020.

"Sebenarnya di sini sudah dibangun oleh pemerintahan sebelumnya. Tugu titik nolnya sudah ada. Saya kemari dulu tahun 2017," kata Irwan kepada wartawan, Rabu (30/9/2020).

Tugu yang dibangun Pemerintah Kota Banda Aceh tidak jauh dari lokasi yang dibangun sekarang. Namun kawasan itu dulunya tidak terawat sehingga wisatawan enggan datang.

Irwan mengatakan, pemandu wisata jarang membawa turis ke lokasi tersebut karena tidak terurus. Di sana terdapat genangan air serta tumpukan sampah.

"Ternyata teman-teman pemandu wisata tidak pernah bawa turis ke sini. Karena memang mereka malu, kalau dibawa ke sini kondisinya tidak baik citra Aceh dan Banda Aceh," ujar politikus Partai Nasdem ini.

Irwan kemudian mengusulkan anggaran yang dititipkan lewat Dinas Pariwisata Aceh untuk membangun lokasi tersebut. Taman baru dibikin lebih kece sehingga diharapkan menjadi destinasi wisata baru.

"Sultan Aceh dulu menetapkan tempat ini sebagai awal pembangunan kota Banda Aceh," ujar Irwan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Jamaluddin mengatakan, pembangunan lokasi tersebut sudah selesai sesuai kontrak. Namun secara Detail Engineering Design (DED) masih perlu pembenahan lebih lanjut.

"Kawasan ini yang punya Pemkot Banda Aceh, dan kami akan berkoordinasi Dispar Banda Aceh," kata Jamaluddin.

Jamaluddin berharap setelah ada lokasi nol kilometer ini semakin ramai wisatawan yang berkunjung ke Banda Aceh. Dia mengatakan, lokasi tersebut merupakan titik awal dibangun Kota Banda Aceh.

"Nanti orang bersepeda bisa mampir di sini. Landscape-nya setelah ditata lebih rapi tentunya. Jadi orang akan nyaman, akan senang untuk berselfie sehingga dilihat oleh berbagai orang untuk datang ke Banda Aceh tugu sejarah ini," jelas Jamaluddin.(*/HS)

Editor: Andri Damanik

Sumber: Detik.com




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Presisi Merdeka Balap Pompong Semarakkan HUT ke-81 RI dan Hari Jadi ke-61 Tanjab Barat

TANJAB BARAT – Polres Tanjung Jabung Barat selaku penyelenggara utama berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan sejumlah pihak penduk

Advertorial

Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kuala Indah, Bupati Anwar: Hentikan Pembakaran Lahan

TANJAB BARAT – Menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab langsung terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs.

Advertorial

Tutup Turnamen Berkah Madani Cup II, Ini Pesan Bupati Tanjabbar

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., secara resmi menutup Turnamen Bulutangkis Berkah Madani Cup II PBSI Tanjung Jabung Bar

Advertorial

Sambut HUT RI ke-81, Ditintelkam Polda Jambi Bagi-bagi Ribuan Bendera Merah Putih

JAMBI - Menjelang HUT Kemerdekaan RI ke- 81 Tahun 2026, Ditintelkam Polda Jambi bersama jajaran Ditlantas, Polresta Jambi membagikan bendera merah putih kepada

Berita Daerah

Tokoh Muda NU Batanghari Resmi Pegang Kendali PWNU Jambi sebagai Ketua Tanfiziah Sementara

JAMBI - Pasca dibekukannya kepengurusan PWNU Jambi hasil konferwil tahun 2025 oleh Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) pada 30 Juli 2026, PBNU sekaligus menun

Berita Daerah


Advertisement