LARANGAN PENGGUNAAN PUKAT HELA BAGI NELAYAN TANJABBAR

Tunggu Jawaban dari Provinsi, Sementara DKP Atur Zona Tangkap bagi Nelayan Trawl Mini


Kamis, 08 Maret 2018 - 22:34:51 WIB - Dibaca: 1173 kali

Nelayan Trawl Mini saat Melakukan Pertemuan dengan Koordinator Satuan Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan.(IT) / HALOSUMATERA.COM

KUALATUNGKAL – Baru-baru ini, nelayan trawl mini sempat mendatangi Kantor Pusat Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Tanjabbar. Mereka meminta pihak terkait untuk tidak melarang penggunaan alat tangkap pukat hela sebagaimana diberlakukan di daerah lain.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tanjabbar Ir Zabur Rustam mengakui persoalan ini menjadi dilema. Jika aturan ditegakkan, akan berdampak pada konflik sosial. Sementara larangan penggunaan pukat hela sudah ditetapkan dari pusat, dan ada zona tertentu yang mendapat dispensasi.

Sementara ini, lanjut Zabur, pihaknya sudah menyurati pihak DKP Provinsi Jambi. Hanya saja, belum ada solusi dari tuntutan nelayan. “Ya kewenangan ada di provinsi. Kita sudah surat Bupati dan diteruskan ke Gubernur,” kata Zabur.

DKP Tanjabbar pun akhirnya sempat mengundang perwakilan nelayan trawl mini dan nelayan tradisional. Sementara ini antara nelayan trawl mini dan tradisional dibagi zona tangkap. Khusus nelayan trawl mini bisa menangkap ikan di zona dua, yakni tiga mil dari garis pantai.

“Zona tangkap kita bagi, menjelang ada jawaban dari provinsi,” jelas Zabur. Dia menambahkan, pihaknya juga tidak gegabah melarang nelayan trawl mini menggunakan pukat hela, sebelum ada solusi yang terbaik.

Diwartakan sebelumnya, puluhan nelayan trawl mini mendatangi Kantor Pusat Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Tanjabbar, Kamis siang (22/2). Mereka meminta larangan penggunaan alat tangkap pukat hela dan lainnya diizinkan.

Nelayan justru khawatir, adanya larangan tersebut berdampak pada penangkapan dan penyitaan alat tangkap ikan saat mencari nafkah di laut.

Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, jaring nelayan Tanjab Barat disita oleh petugas patroli dari Kementrian Kelautan dan Perikanan yang masuk ke wilayah perairan Tanjab Barat.

Alat tangkap nelayan yang ditangkap tersebut yakni, pukat hela dan peralatan lainnya. Mengetahui nasib rekan mereka, nelayan yang lain pun keberatan dan menuntut tidak dibedakan dengan nelayan lainnya yang ada di luar Tanjab Barat.

Tahang salah seorang nelayan yang datang ke Kantor PSDKP mengatakan bahwa mereka meminta diizinkan tetap melaut dengan alat tangkap berupa pukat hela termasuk alat tangkap lainnya.

"Sebenarnya di Pantura itu dibolehkan menggunakan jaring cantrang. Padahal cantrang dan jaring Hela kita kan sama. Tetapi kenapa kami dilarang dan ditangkap,"ungkap Tahang, Kamis (22/2).

Anton Suanda, Koordinator Satuan Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan menjelaskan, bahwa mereka tidak memiliki kapasitas memberikan izin terkait penggunaan pukat hela. Sebab,pukat Hela yang digunakan oleh nelayan Tanjab barat sudah dilarang. Pelarangan tersebut ada dalam UU Kelautan dan Peraturan Menteri Perikanan Kelautan. (*)

Editor : Andri Damanik




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Presisi Merdeka Balap Pompong Semarakkan HUT ke-81 RI dan Hari Jadi ke-61 Tanjab Barat

TANJAB BARAT – Polres Tanjung Jabung Barat selaku penyelenggara utama berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan sejumlah pihak penduk

Advertorial

Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kuala Indah, Bupati Anwar: Hentikan Pembakaran Lahan

TANJAB BARAT – Menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab langsung terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs.

Advertorial

Tutup Turnamen Berkah Madani Cup II, Ini Pesan Bupati Tanjabbar

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., secara resmi menutup Turnamen Bulutangkis Berkah Madani Cup II PBSI Tanjung Jabung Bar

Advertorial

Sambut HUT RI ke-81, Ditintelkam Polda Jambi Bagi-bagi Ribuan Bendera Merah Putih

JAMBI - Menjelang HUT Kemerdekaan RI ke- 81 Tahun 2026, Ditintelkam Polda Jambi bersama jajaran Ditlantas, Polresta Jambi membagikan bendera merah putih kepada

Berita Daerah

Tokoh Muda NU Batanghari Resmi Pegang Kendali PWNU Jambi sebagai Ketua Tanfiziah Sementara

JAMBI - Pasca dibekukannya kepengurusan PWNU Jambi hasil konferwil tahun 2025 oleh Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) pada 30 Juli 2026, PBNU sekaligus menun

Berita Daerah


Advertisement