Harga Karet di Muarojambi Anjlok, Petani Menjerit


Jumat, 06 Januari 2023 - 14:16:25 WIB - Dibaca: 367 kali

Petani Karet di Sungai Gelam, Kabupaten Muarojambi.(*/Eko) / HALOSUMATERA.COM

MUARO JAMBI- Harga karet tingkat petani di Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi semakin merosot hingga berada di kisaran Rp 7.000 per kilogram.

Pendapatan petani karet di Kecamatan Sungai Gelam kini semakin terpuruk. Seperti halnya yang diungkapkan oleh sejumlah petani karet di Desa Kebun Sembilan dan Desa Sungai Gelam.

Gairah petani karet melesu akibat harga karet yang tak kunjung naik. Namun demikian, petani tetap menyadap karet, meski hasilnya hanya pas pasan untuk biaya kebutuhan hidup sehari-hari.

"Harga karet Rp 7.000 mas, dak naik-naik. Menjerit kami mas, mana harga sembako sekarang naik,"terang Misria, petani karet yang juga ibu rumah tangga di Desa Kebun Sembilan, Kecamatan Sungai Gelam, Jum'at, 6 Januari 2023

Misria menambahkan, selain harganya murah, hasil produksi karet saat ini juga menurun, lantaran kondisi daunnya yang berguguran.

"Sudah trek getahnya berkurang, gak naik-naik harganya. Harapannya semoga dinaikkan harganya,"ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh petani karet di Desa Kebun Sembilan lainnya, Mualim. 

Petani karet yang juga Ketua RT. 18, Desa Kebun Sembilan ini menyebut, petani karet di desa nya saat ini mengeluh akibat dari anjloknya harga karet.

"Jadi petani karet ini sangat mengeluh pak. malah sembako mahal, belum lagi biaya anak sekolah,"tutur Mualim.

Mualim berharap, harga karet dapat kembali naik seperti masa pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang sempat menembus harga Rp. 20.000 per kilogram.

"Pada masa pak SBY petani karet cukup bergairah. Harga karet sempat menembus harga Rp 20.000 pak. Kami berharap harga karet kedepan bisa diatas Rp 10.000 per kilogramnya,"jelasnya.

Sementara itu hal yang sama juga diutarakan oleh Selamet, salah seorang petani karet di Desa Sungai Gelam, Kecamatan Sungai Gelam.

Menurut selamet, harga karet yang ideal ditingkat petani saat ini minimal Rp 15.000 perkilogram. Saat ini harga jual karet dari petani ke tengkulak bertahan Rp 7.000 sejak hampir 8 bulan lalu.

"Harga karet lagi anjlok, gak stabil. Kalau bisa pemerintah harga karet ini dinaikan lah. Harga karet Rp 7.000, gak ada perubahan. Daun parah (pohon karet, red) lagi trek, ga ada getahnya. Biasanya seminggu bisa dua pikol (200 kilogram), sekarang mentok-mentoknya hanya sepikol (100 kilogram),"ungkap Selamet.

Petani karet di Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi berharap pemerintah dapat memberikan solusi terbaik, sehingga harga karet dapat kembali bersahabat. (*/Eko)




Komentar Anda



Terkini Lainnya

BADKO HMI Jambi Malah Aksi di Polda Jambi, Ini Dipicu Bentrok dengan Aparat di Gedung Dewan

JAMBI - Aksi Badan Koordinasi HMI Jambi malah berbuntut panjang. Aksi yang telah dilakukan di Halaman Gedung DPRD Provinsi Jambi dua kali berujung bentrok denga

Berita Daerah

Kerakusan Pengusaha Ilegal memberikan Luka Menganga di Tubuh Bangsa

Ekonomi Indonesia ditopang oleh sektor usaha, baik formal maupun informal. Namun, di balik geliat ekonomi, terdapat oknum yang menjalankan usaha secara ilegal.

Opini

Rio Dezaneru Targetkan 500 Juta Pembiayaan Non Bank untuk Anggota

MUARO JAMBI – Ketua Umum Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Muaro Jambi, Rio Dezaneru menargetkan lima ratus juta rupiah pemb

Berita Daerah

Terpilih Sebagai Ketua HIPMI Muaro Jambi, Ini Visi dan Misi Rio Dezaneru

MUARO JAMBI – Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Muaro Jambi menggelar pelantikan pengurus baru periode 2024-2027, di Aula Ru

Berita Daerah

Gedung Megah Senilai Rp 25 Miliar di Tanjabbar Disorot

TANJABBAR – Dinas PUPR Kabupaten Tanjabbar dalam dua tahun terakhir menggelontorkan anggaran untuk pembangunan Gedung Pemda senilai Rp 25 miliar. Dengan r

Berita Daerah


Advertisement